Polisi: Penyerangan Wiranto Tidak Mungkin Rekayasa

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 20:32 WIB
Polisi: Penyerangan Wiranto Tidak Mungkin Rekayasa Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat menunjukan senjata yang digunakan penyerang Wiranto(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penusukan Menkopolhukam Wiranto bukan rekayasa atau kejadian yang dibuat-buat. Dia mengatakan bahwa orang yang sudah terpapar paham radikal memang cenderung nekat melakukan aksi penyerangan.

Wiranto diserang oleh sepasang suami istri saat berkunjung ke Menes, Pandeglang, Banten Kamis kemarin (10/10).

"Tidak mungkin. Tidak mungkin ada pihak-pihak yang melakukan rekayasa," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).


Dedi menegaskan bahwa radikalisme bisa membuat seseorang menjadi lebih berani untuk melakukan aksi penyerangan. Itu bisa terjadi jika paham radikalisme memang sudah melekat di benak orang yang bersangkutan.

Termasuk Syahrial Alamsyah dan Fitri Andriana yang diduga menyerang Wiranto menggunakan senjata tajam.

"Dia punya tingkat keberanian untuk menyerang aparat," ujarnya.

Tudingan rekayasa dan keraguan dalam insiden beredar di media sosial.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi meminta masyarakat hati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial.

Menurut Edy, ketimbang menduga-duga ada rekayasa, lebih baik masyarakat menunjukkan sikap empati terhadap Wiranto yang menjadi target penyerangan.

"Ya kita bijak bermedia sosial, kita juga harus santun mencernanya, kita mestinya empati terhadap musibah ini, memiliki nurani untuk belajar mengambil hikmah dari kejadian ini dan kita tidak mudah untuk mengatakan hal-hal negatif," ucap Edy.

Edy lalu mengatakan Polda Banten tidak meningkatkan status keamanan di wilayahnya usai terjadi penyerangan terhadap Wiranto. Menurutnya, Polda Banten tidak akan menetapkan status siaga satu.

Meski begitu, Polres dibawah jajaran Polda Banten telah ditugaskan untuk meningkatkan patroli keamanan dan penjagaan, terutama di keramaian.
"Ya kita melaksanakan tugas kepolisian rutin yang ditingkatkan, dalam rangka memberikan rasa aman dan jaminan kepada masyarakat dan kita imbau kepada masyarakat agar tetap tenang," jelasnya.

Peristiwa penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang, Banten pada Kamis kemarin (10/10) tidak selalu menerbitkan empati di masyarakat. Ada pula pihak yang bertanya-tanya soal kebenaran kejadian tersebut di media sosial.

Wiranto saat ini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Luka diperutnya dikabarkan cukup serius. Usunya ikut terluka sehingga harus dioperasi.

[Gambas:Video CNN] (yan/bmw)