Wiranto diserang oleh sepasang suami istri saat berkunjung ke Menes, Pandeglang, Banten Kamis kemarin (10/10).
"Tidak mungkin. Tidak mungkin ada pihak-pihak yang melakukan rekayasa," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk Syahrial Alamsyah dan Fitri Andriana yang diduga menyerang Wiranto menggunakan senjata tajam.
Tudingan rekayasa dan keraguan dalam insiden beredar di media sosial.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi meminta masyarakat hati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Menurut Edy, ketimbang menduga-duga ada rekayasa, lebih baik masyarakat menunjukkan sikap empati terhadap Wiranto yang menjadi target penyerangan.
"Ya kita bijak bermedia sosial, kita juga harus santun mencernanya, kita mestinya empati terhadap musibah ini, memiliki nurani untuk belajar mengambil hikmah dari kejadian ini dan kita tidak mudah untuk mengatakan hal-hal negatif," ucap Edy.
Edy lalu mengatakan Polda Banten tidak meningkatkan status keamanan di wilayahnya usai terjadi penyerangan terhadap Wiranto. Menurutnya, Polda Banten tidak akan menetapkan status siaga satu.
Meski begitu, Polres dibawah jajaran Polda Banten telah ditugaskan untuk meningkatkan patroli keamanan dan penjagaan, terutama di keramaian.
Peristiwa penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang, Banten pada Kamis kemarin (10/10) tidak selalu menerbitkan empati di masyarakat. Ada pula pihak yang bertanya-tanya soal kebenaran kejadian tersebut di media sosial.
Wiranto saat ini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Luka diperutnya dikabarkan cukup serius. Usunya ikut terluka sehingga harus dioperasi.
[Gambas:Video CNN] (yan/bmw)