PPP Ingatkan Hanum Rais Tak Sebar Hoaks soal Wiranto

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 07:11 WIB
PPP Ingatkan Hanum Rais Tak Sebar Hoaks soal Wiranto Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ade Irfan Pulungan menyayangkan komentar putri Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Hanum Rais yang dinilai menyindir insiden penusukan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Banten hanyalah sebuah sandiwara.

Mantan Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu mengatakan bukan kali pertama Hanum menyampaikan tuduhan yang tak terbukti.

"Dulu Hanum terbukti ikut sebagai aktor penting dalam penyebaran hoax Ratna Sarumpaet. Kali ini ia berbuat serupa dengan menyebarkan hoaks dan tuduhan yang tak terbukti kepada Wiranto," kata Irfan lewat keterangan tertulis, Minggu (13/10).


Irfan menilai Hanum ingin mencari perhatian dengan menempatkan dirinya sebagai tokoh antagonis. Ia ingin dikenal dengan cara instan yaitu dengan menyebarkan hoaks dan tuduhan yang membuat gaduh dan heboh di masyarakat Indonesia.

"Dalam cerita pewayangan ada Sengkuni yang merepresentasikan tokoh jahat dan antagonis, Hanum Rais tampaknya ingin menjadi Sengkuniwati agar cepat terkenal," sindir Irfan.


Tuduhan Hanum kali ini menurut Irfan perlu diproses secara hukum agar menimbulkan efek jera pada Hanum. Apalagi ia sekarang telah menjadi anggota DPRD di Yogyakarta yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat Indonesia.

"Kepada Hanum, saya sarankan tunjukkan prestasi jika ingin terkenal, jangan lakukan fitnah sana, fitnah sini, sebab itu dosa dan tidak beradab serta melanggar hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Hanum berkicau di akun Twitter pribadinya pada 11 Oktober 2019 dengan menuduh insiden penusukan Wiranto hanya sebuat upaya untuk mencari perhatian agar dana deradikalisasi bisa mengucur.

Akibatnya, Hanum Rais kemudian dipolisikan. Tak hanya Hanum, musikus Jerinx yang merupakan penabuh Superman Is Dead (SID) dan Jonru Ginting dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran membuat unggahan di media sosial terkait insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto.

[Gambas:Video CNN]

Laporan itu dibuat oleh seseorang bernama Jalaludin. Selain ketiganya, Jalaludin juga melaporkan dua orang lainnya yakni Bhagavad Samabhada dan Gilang Kazuya Shimura.

"Akun-akun tersebut diduga menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong terkait peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Bapak Wiranto di Menes, Pandeglang, Kamis 10 Oktober 2019," kata kuasa hukum Jalaludin, Muannas Alaidid saat dikonfirmasi, Jumat (11/10).

Muannas menyebut ada lima akun media sosial yang dilaporkan, yakni tiga akun Twitter dan dua akun Facebook.

Tiga akun Twitter itu yakni @hanumrais (Hanum Salsabiela Rais), @JRX_SID (I Gede Ari Astina/Jerinx), serta @fullmoonfolks (Bhagavad Samabhada). Sedangkan dua akun Facebook atas nama Jonru Ginting dan Gilang Kazuta Shimura.

Dalam laporan itu, kata Muannas, pihaknya turut menyertakan barang bukti berupa hasil tangkapan layar atau screenshot unggahan di media sosial serta link URL.

Laporan itu diterima pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Oktober 2019. Pihak pelapor dalam laporan itu yakni Jalaludin.

Sedangkan, pihak terlapor yakni pengguna akun Facebook bernama Gilang Kazuya Shimura dan Jonru Ginting serta pengguna akun Twitter bernama Hanum Salsabiela Rais, I Gede Ari Astina/Jerinx, serta Bhagavad Samabhada.

Mereka dilaporkan terkait tindak pidana menyebarkan informasi bermuatan SARA melalui media elektronik Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(ugo/DAL)