"Melalui Kapolres Jayawijaya saya sudah mengimbau agar saudara-saudara kita yang mau bekerja agar jangan dulu keluar dari Wamena. Kalau bisa mereka untuk sementara ini bekerja di sekitar Wamena itu saja," kata Irjen Paulus di Timika, Minggu (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paulus mengatakan penikaman terhadap masih berkaitan dengan kerusuhan 23 September. Adapun pelakunya, Kapolda mensinyalir dilakukan oleh warga di sekitar Kampung Woma, Wamena yang merupakan anak-anak muda yang tidak memiliki pekerjaan jelas.
Penikaman itu juga akan menjadi bahan evaluasi bagi tugas pengamanan yang dilakukan TNI dan Polri di Wamena.
Paulus berjanji memperkuat pengawasan, pendirian pos serta patroli skala besar. Warga pun diimbau tak lagi membawa senjata tajam saat masuk ke pusat kota Jayawijaya.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan kasus penikaman di Wouma merupakan usaha dari beberapa orang untuk mengganggu kamtibmas yang sudah kondusif pascakerusuhan kemarin.
Untuk mencegah kekerasan menjalar, Herman menegaskan bahwa TNI/Polri dan Pemkab Jayawijaya tidak lagi menggunakan tindakan preventif bagi pengganggu kamtibmas.
"Kalau ada kejadian yang akan kita hadapi, kita akan represif supaya situasi ini semakin kondusif ke depan," tegasnya.
Pasukan pengamanan dari Polri dan TNI terus dikerahkan ke Wamena untuk mengembalikan situasi kamtibmas di wilayah itu ke kondisi semula seperti sebelum terjadi kerusuhan.
[Gambas:Video CNN]
Kapolda Papua mengatakan situasi saat ini sebenarnya sudah berangsur kondusif usai kerusuhan 23 September di Kota Wamena. Tapi dia tak menampik masih ada pelaku kejahatan menggunakan senjata tajam dan senjata api.
Kapolda mengakui semua pihak baik TNI, Polri maupun Bupati Jayawijaya John Richard Banua telah bekerja keras untuk mengupayakan pemulihan kembali situasi Kota Wamena yang sempat luluh lantak akibat dilanda kerusuhan.
(wis)