Karhutla di Palembang Dekati Permukiman, Warga Bergadang

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 01:59 WIB
Karhutla di Palembang Dekati Permukiman, Warga Bergadang Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin mendekati rumah warga di Palembang. Jaraknya sekitar 3 meter. Warga tak nyenyak tidur, khawatir api menyambar rumah. (CNN Indonesia/Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mendekati rumah warga di Desa Srimulyo, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/10). Warga panik karena jarak api dengan rumah sangat dekat, sekitar 3 meter. Warga bahkan tidak tenang tidur di malam hari karena khawatir api menyambar rumah.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, semakin petang api semakin membesar karena lahan yang terbakar merupakan gambut kering. Angin yang bertiup kencang pun membuat api yang menyisakan bara, kembali tertiup dan kembali membesar. Warga yang sekitar rumahnya terbakar berusaha memadamkan api secara manual dengan memukulkan batang kayu ke titik api serta menyiram dengan air seadanya.

Namun warga kewalahan karena sumber air terbatas, sumur pun kering sejak awal musim kemarau. Titik api kembali muncul secara menyebar karena bara tertiup angin dan membakar semak belukar lain yang tingginya bisa mencapai 2,5 meter.


Burhan (51) bersama anaknya, Bayu Wirabuana (23) sudah sejak Sabtu (12/10) tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir api merambat ke rumahnya. Burhan berujar, api mendekati rumah mereka pada Sabtu sore. Awalnya, api membakar lahan kosong yang tidak terawat tepat berada di belakang mereka.


Namun karena angin kencang api terus membesar dan merambat hingga hampir mengenai rumahnya. Burhan, Bayu, bersama warga lain bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga akhirnya api bisa dihalau.

"Tidur enggak tenang, takut nanti besar dekat rumah enggak ketahuan. Jadi warga begadang, gantian berjaga," ujar dia.

Pada mulanya, api hanya berupa asap kecil yang muncul dari dalam tanah. Namun apabila dibiarkan, asap akan semakin menyebar dan lama kelamaan muncul api hingga membesar. Di beberapa titik, warga khawatir api yang menjilat tinggi menggapai kabel listrik yang hanya ditopang oleh kayu gelam karena belum ada tiang listrik.

"Pemadam kebakaran ke sini Minggu, Senin. Sudah padam mereka pulang. Tapi enggak lama nanti muncul apinya lagi. Kabarnya awalnya ada yang membakar lahan di desa sebelah agak jauh. Tapi api melompat ke sini," tambah Burhan.

Sebanyak 1 unit truk pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 17.00. Padahal warga telah melaporkan kejadian sejak siang hari.


Babinsa Srimulyo Koramil 418-08/Sako Pembantu Letnan Satu Dadang DJ mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwa kebakaran lahan semakin mendekat ke pemukiman. Kebakaran di kawasan tersebut, ujar dia, sudah terjadi sejak Jumat (11/10). Beberapa kali pemadam kebakaran pun sempat memadamkan api namun api masih terus muncul hingga Selasa (15/10) malam.

"Itu yang terbakar lahan punya orang, tapi pemiliknya tidak tinggal di dekat sini. Mereka tidak merawat lahannya jadi tidak terpantau kalau ada kebakaran," ujar dia.

Hingga kini, sekitar 10 hektare lahan sudah terbakar di kawasan tersebut. Namun lahan yang terbakar bukan satu hamparan melainkan sporadis. Bara api terbawa angin kencang shingga api menyebar lebih cepat ke lokasi yang belum terbakar tersebut. Bahkan 1 gubuk sempat terbakar sebelum akhirnya disadari warga dan masih bisa diselamatkan.

"Warga sulit memadamkan karena anginnya kencang, sumur kering. Kita pakai kayu untuk menggebuk api dan air-air bahkan comberan juga dipakai untuk memadamkan api. Tapi muncul lagi muncul lagi," kata dia.

Hingga saat ini, kawasan tersebut masih terbakar. Pemadam kebakaran pun sudah berkali-kali mengambil air dan membasahi lahan namun tidak bisa memadamkan seluruhnya. Warga masih berjaga untuk mengantisipasi api membakar kediaman mereka.


[Gambas:Video CNN] (idz/pmg)