Kader Gerindra Sepakat dengan 3 Sikap Politik Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 17:49 WIB
Kader Gerindra Sepakat dengan 3 Sikap Politik Prabowo Kader Gerindra sepakat dengan sikap politik Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan membantu pemerintah demi panggilan negara. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim seluruh kader Partai berlambang burung Garuda itu sepakat dan ikut dengan keputusan dan sikap politik Prabowo selaku ketua umum Partai Gerindra.

"Kader rata-rata Sami'na Wa Atho'na, ikut dengan keputusan Pak Prabowo," kata Dahnil di Padepokan Garudayaksa, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10).

Prabowo telah menyampaikan tiga sikap politik yang akan dia tempuh dan diambil untuk lima tahun mendatang.

Pertama, berkaitan dengan dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan yang telah disampaikan Prabowo kepada pemerintahan.


Kedua, Prabowo mempersilakan jika Jokowi ingin menggunakan konsep yang telah dia sampaikan itu baik bersama Geirndra dan Prabowo maupun tanpa Partai Gerindra.

Ketiga, Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa.

Dahnil mengatakan sejak awal seluruh Dewan Pembina Partai Gerindra menyerahkan semua keputusan politik kepada Prabowo, termasuk soal memilih ikut berkoalisi dengan pemerintahan terpilih atau oposisi.

Keputusan Dewan Pembina Partai ini pun, kata dia, telah diamini oleh sekitar 4.000 Kader Partai Gerindra yang hadir di Hambalang.

"Jadi tugas kader yang dikumpulkan pada hari ini itu menyampaikan pesan pak Prabowo ke masing -masing konstituen mereka," kata Dahnil.
[Gambas:Video CNN]
Dahnil mengatakan persoalan masuk ke dalam koalisi Jokowi tak bisa diartikan secara gamblang. Prabowo, kata dia, tak pernah menyebut hal itu sebagai bergabung dalam koalisi tetapi menyebutnya sebagai panggilan negara.

"Kalau bahasa pak Prabowo itu adalah bila negara memanggil tidak ada alasan," kata dia.

Bahkan kata Dahnil, Prabowo juga tak melakukan kalkulasi atau hitung-hitungan politik jika memang nantinya dia dan Partai Gerindra bergabung dalam pemerintahan setelah Jokowi mengumumkan kabinet kementerian usai dilantik 20 Oktober mendatang.

"Menurut pak Prabowo tidak ada yang jauh lebih tinggi kepentingannya ketimbang kepentingan bangsa dan negara. Jangan lupa Pak Prabowo ini prabjurit, prajurit itu bila negara memanggil ya siap bekerja," katanya.
(tst/gil)