Di Depan Kader Gerindra, Prabowo Ungkap 3 Sikap Politik

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 16:27 WIB
Di Depan Kader Gerindra, Prabowo Ungkap 3 Sikap Politik Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyampaikan sikap politiknya terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dimulai 20 Oktober mendatang. Sikap politiknya itu dia sampaikan di hadapan 4000-an kader Partai Gerindra yang hadir dalam Rapimnas dan Apel Kader di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut ada tiga sikap politik utama yang disampaikan Prabowo kepada para kader Gerindra itu.

"Jadi Pak Prabowo sampaikan tiga sikap politik sebagai sikap beliau," kata Dahnil di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10).


Sikap itu pertama, Prabowo telah menyampaikan konsep terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan yang kuat.
Kedua, kata Dahnil, Prabowo juga mempersilakan jika Jokowi ingin menggunakan konsep yang telah dia sampaikan itu baik bersama Geirndra dan Prabowo maupun tanpa Partai Gerindra.

"Bila tidak pun kami tetap menjaga keutuhan NKRI," kata Dahnil.

Kemudian sikap yang ketiga yakni Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa.

Melihat pernyataan ini, awak media pun kemudian menegaskan kepada Dahnil soal sikap pasti politik yang diambil oleh Prabowo ini apakah berkaitan dengan sikap yang akan ditunjukkan oleh Jokowi setelah dilantik menjadi Presiden dua periode 20 Oktober mendatang.
Dahnil pun menyebut, Prabowo mempersilakan Jokowi bersama pemerintahannya lima tahun mendatang untuk menggunakan konsep yang telah mereka tawarkan. Dan yang pasti kata dia, pihaknya siap membantu jika memang Jokowi meminta.

"(Menunggu keputusan Jokowi) Iya. Jadi tentu kami persilakan apabila pak Jokowi dan pemerintah lima tahun ke depan membutuhkan dan bersesuaian dengan konsepsi Gerindra, tentu Gerindra dengan kesanggupannya kita akan bekerja," kata dia.

Namun soal masuk koalisi, Dahnil menolak istimah tersebut. Sebab kata dia istilah yang digunakan Prabowo bukan bergabung dengan koalisi, tapi bersedia bekerja saat negara memanggil.

"Karena pak Prabowo tadi ya patriotisme itu penting jadi untuk kepentingan bangsa dan negara pilihan-pilihan politik yang tadi dalam rangka kemajuan bangsa dan negara," katanya.
[Gambas:Video CNN]

Yang jelas kata dia, membantu negara baik di luar maupun di dalam semuanya bergantung pada keputusan Jokowi. Sebab yang memimpin negara saat ini dan nanti 20 Oktober hingga tahun 2024 nanti adalah Jokowi sebagai presiden terpilih.

"Tentu (semua bergantung keputusan Jokowi) yang memimpin kan beliau yang akan menggunakan itu beliau jadi sangat tergantung," katanya.

"Yang jelas kita sudah sampaikan konsepsinya. Itu yang paling penting. Yang paling penting adalah pak Prabowo sudah menyampaikan konsepsinya dari dorongan besar ekonomi mau digunakan atau tidak tentu kita serahkan pada pak Jokowi dan pemerintah lima tahun ke depan," kata dia.
(tst/ain)