Eks Atlet Balap Sepeda Mengaku Baru Dua Kali Konsumsi Sabu

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 01:37 WIB
Eks Atlet Balap Sepeda Mengaku Baru Dua Kali Konsumsi Sabu Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut mantan atlet balap sepeda era tahun 1997/1998, Ferry Sonic mengaku baru mengonsumsi narkoba jenis sabu. Hal itu dikatakan Ferry kepada polisi.

"(Dari) pengakuannya baru dua kali (konsumsi sabu)," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afandi Eka Putra saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).

Afandi menuturkan jumlah sabu yang dikonsumsi oleh Ferry juga tak banyak. Ferry diketahui hanya mengonsumsi sabu sebulan atau dua bulan sekali saja.


"Baru tingkat coba-coba," ujarnya.
Dijelaskan Afandi, lantaran jumlah sabu yang ditemukan hanya seberat 0,2 gram dan hanya sebatas sebagai pengguna, polisi memutuskan Ferry untuk menjalani rehabilitasi.

Ferry diketahui mulai menjalani rehab sejak dua hari yang lalu.

"Yang bersangkutan kita arahkan untuk direhabilitasi di RS Bhayangkara Lemdiklat Pasar Jumat," ucap Afandi.

Ferry diamankan di sebuah hotel yang berlokasi di daerah Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat (11/10) lalu.

"Iya betul atlet balap sepeda ditangkap terkait narkotika," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).
[Gambas:Video CNN]
Dari tangan Ferry, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,2 gram serta alat hisap sabu. Selain itu, dari hasil tes urine, Ferry juga telah dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, menyebut bakal menindak tegas Ferry bila terbukti terlibat kasus narkoba.

Ferry menjabat sebagai asisten pelatih untuk disiplin cross country di pelatnas balap sepeda Indonesia. Meski begitu, sampai saat ini PB ISSI masih mencari tahu terkait kebenaran kabar tersebut.

"Kami akan coba cari tahu lebih dulu soal kebenarannya. Pasti kami sangat menyayangkan kejadian itu dan kami akan menindak tegas jika ada unsur dalam pembinaan olahraga yang terbukti menggunakan narkoba," kata Okto melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.
(dis/ugo)