"(Dari) pengakuannya baru dua kali (konsumsi sabu)," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afandi Eka Putra saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).
Afandi menuturkan jumlah sabu yang dikonsumsi oleh Ferry juga tak banyak. Ferry diketahui hanya mengonsumsi sabu sebulan atau dua bulan sekali saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry diketahui mulai menjalani rehab sejak dua hari yang lalu.
Ferry diamankan di sebuah hotel yang berlokasi di daerah Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur pada Jumat (11/10) lalu.
"Iya betul atlet balap sepeda ditangkap terkait narkotika," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/10).
[Gambas:Video CNN]
Dari tangan Ferry, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,2 gram serta alat hisap sabu. Selain itu, dari hasil tes urine, Ferry juga telah dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.
Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, menyebut bakal menindak tegas Ferry bila terbukti terlibat kasus narkoba.
Ferry menjabat sebagai asisten pelatih untuk disiplin cross country di pelatnas balap sepeda Indonesia. Meski begitu, sampai saat ini PB ISSI masih mencari tahu terkait kebenaran kabar tersebut.
"Kami akan coba cari tahu lebih dulu soal kebenarannya. Pasti kami sangat menyayangkan kejadian itu dan kami akan menindak tegas jika ada unsur dalam pembinaan olahraga yang terbukti menggunakan narkoba," kata Okto melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.