Pengadilan Tinggi Medan Bebaskan Sopir Rental Bawa Sabu 53 Kg

CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 11:42 WIB
Pengadilan Tinggi Medan Bebaskan Sopir Rental Bawa Sabu 53 Kg Ilustrasi sabu. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Medan, CNN Indonesia -- Pengadilan Tinggi Medan, Sumatera Utara, mengabulkan permohonan banding yang diajukan Syahrial terdakwa peredaran narkotika jenis sabu seberat 53 Kg. Dengan putusan ini, PT Medan menganulir putusan Pengadilan Negeri Medan yang sebelumnya menghukum sopir mobil rental asal Tanjungbalai itu dengan pidana penjara 17 tahun.

Putusan PT Medan dengan nomor: 912/Pid.Sus/2019/PT MDN Tahun 2019 itu menyatakan Syahrial tak terlibat sama sekali dalam peredaran sabu seberat 53 kg seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina dari Kejati Sumut.

Putusan itu diketuk palu oleh majelis hakim yang diketuai Erwan Munawar dengan hakim anggota, Binsar Siregar dan Ahmad Sukandar pada 1 Oktober 2019 kemarin.


"Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Medan, tanggal 11 Juni 2019 Nomor 513/Pid.Sus/2019/PN Mdn, yang dimintakan banding," ucap hakim sebagaimana dilansir dari website PT Medan, Selasa (8/10).
Dalam amar putusannya, hakim juga memerintahkan agar Syahrial dikeluarkan dari tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) setelah putusan ini dibacakan.

Sebelumnya, Yusuf Hanafi Pasaribu, selaku penasihat hukum Syahrial mengatakan keberatan dengan putusan hakim PN Medan yang belum memberi rasa keadilan kepada terdakwa. Dalam persidangan Yusuf menyebut banyak fakta yang terungkap, namun tak pernah jadi pertimbangan hakim.

"Misalnya pengakuan Junaidi (berkas terpisah) selaku pemilik mobil dan Elfi Darius (berkas terpisah) menyatakan bahwa Syahrial tidak terlibat dan tidak tahu menahu soal sabu seberat 53 kg itu," paparnya.

[Gambas:Video CNN]
Yusuf mengatakan, Syahrial mendapat upah Rp200-400 ribu sebagai sopir rental. Saat sabu itu dinaikkan ke atas mobil, Syahrial pun tak mengetahuinya.

Syahrial merasa ditipu oleh Junaidi dan Elfi Darius. Karena dari Tanjungbalai ke Medan tak pernah ada pembicaraan membawa sabu. Justru mereka bilang hanya mau menjual mobil yang digunakan.
Oleh keduanya, Syahrial disuruh lewat jalur Berastagi. Junaedi dan Elfi juga membohongi Syahrial saat dikejar-kejar petugas BNN di Pancurbatu.

"Junaidi dan Elfi Darius juga berbohong dengan mengatakan yang mengejar itu adalah orang jahat yang ingin merampok mobil mereka. Syahrial pun disuruh semakin memacu laju mobilnya hingga akhirnya dapat dihentikan petugas BNN di Jalan Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor," pungkasnya. (fnr/osc)