"Iya atau tidak itu penting, baik dia mau berpihak kepada partai politik atau berpihak kepada rakyat, jangan abu-abu, jangan digantung begini," kata Feri kepada CNNIndonesia.com.
Jokowi diketahui pernah menyatakan bakal mempertimbangkan mengeluarkan Perppu KPK usai bertemu puluhan tokoh masyarakat, di Istana Merdeka, akhir September 2019. Ia akan memutuskan hal itu dalam waktu secepat-cepatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feri menduga belum bersuaranya Jokowi atas pertimbangan dirinya mengeluarkan Perppu KPK karena banyak 'penyamun' yang mengikat leher Jokowi. Namun, bagi Feri, sebagai kepala negara dan pemerintahan, Jokowi harus lebih tegas dari siapapun.
Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko enggan menegaskan sikap Presiden Joko Widodo dan Istana terkait penerbitan Perppu revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).
Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Tunggu saja, sabar sedikit kenapa sih," kata Moeldoko saat ditemui usai memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
Saat wartawan menanyakan apakah Jokowi masih mempertimbangkan opsi Perppu KPK, Moeldoko enggan menjawab.
Sebelumnya, Plt Menkumham Tjahjo Kumolo menyatakan tak ada instruksi dari Jokowi hingga hari terakhir tenggat waktu pengesahan revisi UU KPK.
"Jangan tanya saya (soal perppu KPK). Saya sebagai Menteri Hukum dan HAM memang sifatnya Plt, tidak membuat keputusan yang strategis, dilarang ya," ucap Tjahjo saat ditemui usai Rakornas Simpul Strategis Pembumian Pancasila di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Rabu (16/10).
Moeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)