Massa BEM SI Bubar, Polisi Kembali Buka Jalan Medan Merdeka

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 17:57 WIB
Aksi unjuk rasa menuntut penerbitan Perppu KPK yang dilakukan BEM-SI, Kamis (17/10), bubar secara tertib sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi puluhan mahasiswa di kawasan patung kuda. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat keamanan mulai membuka kedua jalur di Jalan Medan Merdeka Barat sekitar pukul 17.00 WIB, setelah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak Presiden mengeluarkan Perppu KPK, Kamis (17/10) berangsur membubarkan diri.

Kini sejumlah kendaraan roda dua maupun empat sudah dapat melintasi kedua jalur di jalan Medan Merdeka Barat.

Pantauan CNNIndonesia.com, semula terdapat kawat berduri yang dibentangkan oleh aparat keamanan untuk menutupi jalan. Hal itu dilakukan untuk menutupi jalan mahasiswa yang semula ingin berdemonstrasi di depan Istana Negara.


Aparat keamanan yang berjaga di sekitar kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha juga terlihat meninggalkan lokasi.
Aksi unjuk rasa mahasiswa, Kamis (17/10). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Massa pedemo terlihat mulai mendapat arahan untuk membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB setelah memberikan banner bergambar tikus berdasi dengan tulisan KPK di bawahnya.

"Kalau banner ini diambil, kita akan membubarkan diri," kata orator di mobil komando.

Namun, massa pedemo tidak langsung membubarkan diri, mereka berangsur-angsur pergi mendekati sore hari setelah banner tersebut dilipat dan diambil oleh polwan yang membentuk barikade dan ikut mendampingi demonstran.
[Gambas:Video CNN]

Dalam demonstrasi ini, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) mendesak presiden mengeluarkan Perppu KPK di depan patung kuda Arjuna Wiwaha.

Menurut koordinator aksi BEM SI, Erfan Kurniawan semula BEM SI memperkirakan jumlah peserta aksi 1.000 mahasiswa. Namun, pihaknya mengatakan jumlah yang hadir kemungkinan berkurang karena diadang aparat keamanan di sekitar kampus.

"Hari ini kami kecewa, karena pihak kepolisian ini banyak menahan massa kami di kampus masing-masing," kata Erfan kepada wartawan di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis (17/10).
(mjo/ain)