Tertahan di Patung Kuda, Massa BEM SI Tak Bisa Demo di Istana

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 15:46 WIB
Tertahan di Patung Kuda, Massa BEM SI Tak Bisa Demo di Istana Massa aksi mahasiswa BEM SI tertahan di Patung Kuda untuk menuju depan Istana karena terhalang kawat berduri. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan long march dari patung Arjuna Wijaya menuju Istana Negara. Namun, langkah mahasiswa terhenti di sekitar simpang Patung Arjuna Wiwaha.

Pantauan CNNIndonesia.com, Senin (21/10) massa tertahan di depan Gedung Kementerian Pariwisata karena terhalang kawat berduri yang dibentangkan. Selain kawat berduri, aparat keamanan juga memarkir mobil pengurai massa dan water canon.

Massa terlihat mengenakan jaket almamater dari UNJ, ada juga mahasiswa yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang Unnes, Institut Sepuluh Nopember (ITS), dan lain-lain.
Dalam orasinya, orator mengatakan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap masih memiliki janji politik yang belum dituntaskan. 


"Ada banyak janji-janji, ada banyak agenda-agenda yang belum tertunaikan. Dan janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar," kata orator dari atas mobil komando. 

Sementara, Kapolsek Gambir Wiraga Dimastama mengatakan penutupan jalan untuk menghindari provokator di tengah kerumunan massa. 

"Laporannya 500 (mahasiswa), sekarang baru 150 yang terkumpul. Polisi (ada) 700an semua gabungan dibantu TNI dan sabhara nusantara," kata Wiraga. 
[Gambas:Video CNN]
Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa.

"(Jalan ditutup) Dari Harmoni, Veteran, Mabes AD, sampai depan sini (Medan Merdeka Barat) kami tutup. Kami sterilisasi hingga Istana," jelasnya. 

Massa mengultimatum aparat agar membuka akses jalan dan mencopot kawat berduri.

"Kalau misalnya 30 menit tidak dibuka, maka rakyat sendiri yang akan membukanya," ucap orator.
(mjs/ugo)