Diminta Jadi Menteri Jokowi, Mahfud MD Bahas HAM dan Korupsi

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 16:59 WIB
Diminta Jadi Menteri Jokowi, Mahfud MD Bahas HAM dan Korupsi Mantan Ketua MK Mahfud MD. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku mendiskusikan sejumlah persoalan saat bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta. Mahfud menyebut diminta oleh Jokowi menjadi seorang menteri untuk periode 2019-2024.

Mahfud mengatakan sejumlah persoalan yang dibahas bersama Jokowi antara lain soal kasus pelanggaran HAM, kasus korupsi, hingga deradikalisasi. Khusus soal korupsi, katanya, Jokowi memiliki data detail dan terukur terkait permasalahan yang terjadi.


"Ada lagi soal pelanggaran HAM kita diskusikan banyak. Soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor," kata Mahfud usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).


"Sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam, supaya disatukan kembali dalam konsep kebersatuan dalam keberagaman atau keberagaman dalam kebersatuan," ujar Mahfud menambahkan.

Mahfud mengaku tak diberitahu soal posisi menteri yang dipersiapkan Jokowi. Namun, kata Mahfud, yang pasti Jokowi mengajak dirinya berdiskusi soal pelanggaran HAM dan hukum yang kurang menggigit. Menurutnya, Jokowi sangat memperhatikan penegakan hukum.

"Sehingga kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan penegakan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif," ujarnya.

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menyatakan lembaga eksekutif mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum. Mahfud pun menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi terkait posisi dirinya dalam Kabinet Kerja Jilid II.

[Gambas:Video CNN]

"Saya tidak perlu nawar saya ingin apa, beliau tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya di mana," katanya.

Jokowi memanggil sejumlah nama untuk datang ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10). Selain Mahfud, sejumlah nama yang dipanggil antara lain, CEO Gojek Nadiem Makarim, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu.

Kemudian Ketua Golkar Airlangga Hartarto, Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama dan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, Erick Thohir. (dis)