Pemilik Mobil B 1 RI Mengaku Beli Undangan Pelantikan Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 16:40 WIB
Pemilik Mobil B 1 RI Mengaku Beli Undangan Pelantikan Jokowi Polisi mengeledah mobil dengan nomor polisi B 1 RI. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengungkapkan pemilik mobil B 1 RI bernama Irwannur Latubual alias IL memperoleh undangan pelantikan presiden-wakil presiden dengan cara membeli.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan informasi tersebut disampaikan IL saat diperiksa oleh penyidik.

"Undangan (itu agar) dia bisa menghadiri pelantikan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (21/10).


Sementara itu, Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono membantah tentang jual beli undangan saat pelantikan.

"Enggak ada jual beli undangan. Saya baru tahu," kata Ma'ruf kepada CNNIndonesia.com.
Kata Argo, IL membeli undangan pelantikan presiden untuk dipamerkan ke sahabat dan kerabatnya.

"Dia biar dikatakan orang hebat, orang top yang bisa masuk atau diundang di pelantikan presiden," ujarnya.

Meski begitu, Argo tak mengungkapkan dari mana IL bisa membeli undangan pelantikan tersebut ataupun pihak yang menjual undangan itu.

Selain itu, Argo menuturkan pelat nomor B 1 RI yang terpasang di mobil Nissan Terra milik tersangka IL adalah palsu.

"Pelat mobil yang diduga palsu karena pelatnya apa, B 1 RI, kalau RI 1 kan presiden, ini B 1 RI," ucap Argo.
[Gambas:Video CNN]
Saat ini, lanjut Argo, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka IL untuk melihat apakah ada tindak pidana lain yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Polisi telah menetapkan IL sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam. IL saat ini juga telah menjalani masa penahanan.

IL diduga melanggar Undang- Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 karena terbukti memiliki senjata tajam yang diketahui berupa parang.

"Hari ini kita lakukan penahanan terhadap tersangka itu," kata Argo.

Kasus ini bermula saat polisi mengamankan sebuah mobil dengan nomor polisi B 1 RI lantaran terparkir di lobby Hotel Raffles dan karena dianggap mengganggu lintasan tamu negara. Hotel tersebut menjadi tempat menginap tamu negara yang berkunjung dalam rangka menghadiri pelantikan tersebut.

Aparat kepolisian kemudian melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan dua buah parang, pelat nomor palsu B 1442 KJM, serta pin anggota PKRI.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah undangan pelantikan presiden-wakil presiden di Gedung MPR/DPR di dalam mobil tersebut.
(dis/ugo)