Massa BEM SI di Patung Kuda Membubarkan Diri

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 19:19 WIB
Massa membubarkan diri dari patung kuda Arjunawiwaha Senin (21/10) pukul 19.00 WIB. Massa gagal bertemu dengan Presiden Joko Widodo karena aparat menutup jalan.  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Indonesoa berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang berunjuk rasa di depan Patung Kuda Arjunawiwaha, Jakarta Pusat mulai membubarkan diri. Mereka membubarkan diri, Senin (21/10) pukul 19.00 WIB.

Koordinator Pusat BEM SI Nurdiyansyah juga sempat mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi demo.

"Kita buktikan eskalasi unjuk rasa kita hari ini bisa berakhir dengan damai," kata Nurdiyansyah.


Sebelum meninggalkan lokasi, massa aksi mengambil dan melipat sejumlah banner tuntutan yang dibentangkan di atas kawat berduri.
[Gambas:Video CNN]
Pasukan Oranye kemudian langsung membersihkan sampah-sampah yang tertinggal disekitar lokasi unjuk rasa.

Beberapa dari mereka juga berswafoto di sekitar lokasi aksi dengan mengenakan atribut yang dibawanya.

Ratusan mahasiswa itu berunjuk rasa sejak siang. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo mendengarkan sejumlah tuntutan, diantaranya mewujudkan ekonomi kerakyatan, dengan mengutamakan kesejahteraan buruh, desa dan penguatan BUMN.

Kemudian, mengusut pelanggaran HAM masa lalu, menolak pelemahan pemberantasan korupsi dan tolak keterlibatan pelanggar HAM dalam pemerintahan; Mereformasi pendidikan untuk membentuk pendidikan yang murah, mudah diakses, demokratis dan menolak segala liberalisasi serta komersialisasi pendidikan.
Mereka juga menuntut Jokowi melakukan reforma agraria sejati dengan orientasi kesejahteraan petani, keterlibatan masyarakat adat dan menolak segala jenis perampasan lahan.

Dalam aksinya, Koordinator Lapangan BEM SI Abdul Basit sempat mengungkit pernyataan presiden yang mengatakan senang di demo. Namun, hal itu tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi pihaknya saat ini.

"Katanya presiden kangen didemo, kita datang berdemonstrasi, tetapi presiden tidak mau menemui kita," katanya.

Basit mengatakan pihaknya kecewa lantaran mendapat kabar kalau Presiden Joko Widodo tidak bisa ditemui.
(mjs/ugo)