Tetty Paruntu Klaim ke Istana karena Undangan dari Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 09:55 WIB
Tetty Paruntu Klaim ke Istana karena Undangan dari Jokowi Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10). (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty Paruntu mengklaim mendapat undangan dari Presiden Joko Widodo terkait agenda pemanggilan sejumlah tokoh di Istana Negara, Senin (21/10) kemarin. Para tokoh yang diundang disebut sebagai calon menteri kabinet Jokowi. 

"Dapat undangan," ujar Tetty kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/10).

Namun Tetty tak menjelaskan lebih lanjut perihal batalnya pertemuan dengan Jokowi. Kader Partai Golkar itu kemarin urung bertemu dengan Jokowi setelah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.


Pernyataan Tetty ini berbeda dengan penjelasan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin. Bey sebelumnya mengonfirmasi bahwa Tetty tidak dipanggil Jokowi karena baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menteri kabinet Jokowi periode kedua.

"Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi, tidak sampai ketemu Presiden," kata Bey.

Airlangga juga telah mengakui ada kader partainya yang batal dipanggil Jokowi meski tak memaparkan siapa sosok yang dimaksud.

Diketahui sejak Senin pagi, Jokowi sudah memanggil sejumlah tokoh untuk mengisi kursi menteri. Mulai dari Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Thohir, Tito Karnavian, Pratikno, Fadjroel Rahman, hingga Prabowo Subianto.


[Gambas:Video CNN]
Sejak Senin (21/10) pagi, berturut-turut datang ke Istana Negara Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Pendiri Gojek Nadiem Makarim, Bos Mahaka Media yang juga eks Ketua TKN Erick Thohir, hingga Wishnutama yang merupakan pengusaha media di Indonesia lewat stasiun televisi Net TV.

Belakangan, pihak Istana Kepresidenan menyatakan Tetty tak dipanggil Presiden Jokowi. Tetty baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menteri kabinet Jokowi.

(fra/ain)