Sohibul Sebut Surya Paloh Akan Kunjungi PKS Pekan Depan

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 04:51 WIB
Sohibul Sebut Surya Paloh Akan Kunjungi PKS Pekan Depan Sohibul menyebut Surya rencananya akan menyambangi PKS pada Rabu pekan depan bersama kurang lebih 10 orang anggota Partai NasDem. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akan menyambangi DPP PKS yang berlokasi di Jalan Simatupang, Jakarta Selatan.

Sohibul menyebut Surya berencana akan menyambangi PKS pada Rabu pekan depan bersama kurang lebih 10 orang anggota Partai NasDem.

"Insya Allah direncanakan pekan depan mungkin hari Rabu NasDem itu akan hadir ke DPP PKS, pak Surya Paloh mengatakan 'Dinda saya akan datang membawa 10 orang lah ke DPP PKS', ketika saya katakan 'bang saya aja deh yang ke NasDem', dia bilang 'enggak boleh saya harus datang ke PKS'," kata Sohibul usai bertemu dengan Prabowo di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).


Sohibul mengaku percakapan itu terjadi ketika keduanya duduk bersisian saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10).


Saat itu, Surya bahkan menyampaikan kekagumannya kepada PKS dan Sohibul yang tetap konsisten untuk menjadi oposisi, bahkan ingin membangun silaturahmi dengan partainya.

"Kami ngobrol pak Surya Paloh menyampaikan kepada saya dia menghormati apa yang menjadi pilihan politik PKS dan beliau menyatakan ingin membangun silaturahim," kata dia.

Meski begitu, Sohibul mengaku tak akan mengajak NasDem bergabung menjadi oposisi. Dia mengaku menghargai keputusan partai yang dibangun Surya Paloh itu untuk tetap menjadi koalisi pemerintah.

Hanya saja saat itu, Surya mengaku kepada Sohibul akan tetap kritis meski di dalam pemerintahan.

"Kita menghormati pilihannya, waktu itu juga saya candai, 'ini artinya abang mau nemenin PKS sebagai oposisi', dia bilang pokoknya 'kita sama-sama kritis' katanya. 'Berarti mau di luar?' Ya dia bilang 'ya abang di dalam' katanya gitu tapi kritis," kata Sohibul. (tst/end)