Tolak Tawaran Menteri, Risma Ingin Selesaikan Mimpi Surabaya

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 21:20 WIB
Tolak Tawaran Menteri, Risma Ingin Selesaikan Mimpi Surabaya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengklaim menolak tawaran menjadi menteri dari Presiden Joko Widodo. Dia mengaku masih ingin menyelesaikan mimpi-mimpi untuk ibu kota Provinsi Jawa Timur ini.

Meski di satu sisi menolak, Risma mengakui di sisi lain dirinya juga tergiur tawaran jadi menteri tersebut. Apalagi jika dihitung segi untung ruginya, maka sejatinya merugi telah menolak tawaran dimaksud. Mengingat jabatan sebagai wali kota hanya tinggal setahun lagi.

"Kalau ngomong pribadi, saya juga kepingin untuk pergi. Maksudnya siapa yang gak pingin? Kalau hitung untung rugi loh ya. Saya cuma tinggal satu tahun. Sementara jabatan [menteri] itu kalau saya baik bisa lima tahun," kata Risma saat ditemui di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (23/10).


Belum lagi setelah lengser nanti, jika ia memutuskan berniat untuk melaju pada kontestasi pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi, maka dirinya harus menunggu beberapa tahun lagi.

"Kalau saya daftar itu harus nunggu lama. Sementara aku selesai hanya satu tahun satu bulan [sebagai Wali Kota Surabaya]," kata Risma.


Namun, ada sesuatu yang membuatnya mengesampingkan keinginan pribadinya tersebut. Hal itu adalah rasa tanggungjawabnya kepada masyarakat, jika ia memutuskan untuk meninggalkan Kota Surabaya.

Risma mengaku akan sangat menyesal jika memilih pergi ke Jakarta dan masuk Kabinet Indonesia Maju. Sebab dia sudah 'berdarah-darah dalam membangun Kota Pahlawan dalam kurun dua periode terakhir.

"Saya sudah berdarah-darah. Tanganku putus, tendonku kena, dan saya sering jatuh di lapangan," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Risma menyebut ada pula mimpi-mimpinya untuk Surabaya yang belum selesai. Untuk dia ingin mewujudkan mimpi-mimpi itu di sisa waktu kepemimpinannya.

"Sebetulnya ada mimpi-mimpi yang mau saya buat di Kota Surabaya. Akhir ini saya mau menyelesaikan yang pokok di Kota Surabaya. Misal makan. Setidaknya 99 persen [masyarakat] lah bisa makan," kata dia.

Kemudian, ada juga sejumlah proyek pembangunan yang ditargetkannya akan rampung sebelum lengser. Di antaranya adalah Cable Car serta Alun-alun bawah tanah yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.

"Saya pingin bangun mimpi saya. Saya buat cable car, alun-alun, ini ruang bawah tanah pertama yang akan digunakan publik. Kalau komersial kan sering. Saya pengin menyelesaikan itu," pungkasnya. (frd/osc)