Putra Jokowi Gibran Rakabuming Temui Megawati Siang Ini

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 09:05 WIB
Putra Jokowi Gibran Rakabuming Temui Megawati Siang Ini Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) menyerahkan berkas pendaftaran anggota PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka akan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di kediaman pribadinya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10).

Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto pun mengonfirmasi hal tersebut. Pertemuan itu dijadwalkan akan digelar pada pukul 11.00 WIB.

"Iya benar [bertemu Megawati]," kata Bambang kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/10).


Lebih lanjut, Bambang mengaku tak mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas oleh Gibran dan Mega. Ia juga tak mengetahui apakah akan ada pembahasan terkait rencana Gibran yang ingin maju dalam Pemilihan Wali Kota Solo tahun 2020 mendatang.
"Apakah itu kepentingan politik Gibran yang pingin nyalon walkot Solo, saya enggak tahu," kata Bambang.

Terpisah, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah juga mengonfirmasi bahwa Gibran akan menemui Mega hari ini. Akan tetapi, ia menyerahkan kepada Gibran yang nanti akan menjelaskan kepada para pewarta terkait pertemuan tersebut.

"Nanti sama Gibran langsung saja ya," kata Basarah.

Diketahui, Gibran sudah resmi bergabung sebagai kader PDIP. Ia diterima dan diberikan KTA dengan nomor 33720510110110870001.
[Gambas:Video CNN]

Melihat hal itu, Gibran berharap bisa diusung oleh PDIP menjadi peserta Pilwalkot Solo, Jawa Tengah pada 2020 mendatang.

"Hari ini, saya akan mengajukan KTA (kartu tanda anggota) sekaligus kalau diberi kesempatan, mengisi formulir pencalonan wali kota," ucap Gibran di kantor DPC PDIP Solo mengutip CNNIndonesia TV, Senin (23/9).

Nama Gibran sendiri mencuat dalam bursa Pemilihan Wali Kota Solo periode 2020-2025 berdasarkan hasil survei calon wali kota Solo yang dilakukan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.
(rzr/ain)