Waketum: Gerindra Sudah Berupaya Pulangkan Rizieq

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 14:05 WIB
Waketum: Gerindra Sudah Berupaya Pulangkan Rizieq Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa tidak ada relevansi antara terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dengan pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia.

Menurutnya, Prabowo terpilih menjadi Menhan karena konsep yang ditawarkan pihaknya diterima oleh pemerintah. Kata dia, Gerindra juga telah berupaya memulangkan Rizieq, sebelum Prabowo menjadi menteri.

"Saya pikir kaitan Prabowo masuk sebagai Menhan adalah konsep yang kami berikan kepada pemerintah tentang pertahanan itu bisa diterima. Bahwa kaitannya dengan Rizieq, saya rasa tidak ada relevansinya dengan Kemhan," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (24/10).


Kata dia, sebelum proses pembentukan kabinet berlangsung, Gerindra telah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan Rizieq ke Indonesia. Dasco mengatakan Gerindra sudah mencoba bekerja sama dengan pemerintah sejak Juli lalu.

Bahkan, kata Dasco, pembicaraan sudah dilakukan sebelum Prabowo dan Jokowi bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) pada 13 Juli lalu.
"Perlu diketahui bahwa, upaya-upaya untuk melakukan pemulangan, melakukan pendekatan kepada pihak pemerintah itu sebenarnya kami juga sudah lakukan. Bahkan, sebelum pembentukan kabinet kami sudah pernah, waktu akan rekonsiliasi sebelum (pertemuan di) MRT kami melakukan pembicaraan ke arah itu," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

Selebihnya, Dasco belum tahu apakah Prabowo bakal berupaya memulangkan Rizieq atau tidak, setelah menjabat sebagai Menhan. Dia juga tidak ingin menduga-duga apa yang akan dilakukan Prabowo selanjutnya.

"Kalau itu (mengusahakan) saya enggak tahu, apakah akan diusahakan kembali atau tidak, saya belum mendengar langsung dari beliau (Prabowo). Nanti akan saya tanyakan," ucap Dasco.
[Gambas:Video CNN]
Rizieq Shihab tinggal di Mekkah, Arab Saudi sejak April 2017 lalu. Sebelum meninggalkan Indonesia, Rizieq diketahui terjerat setidaknya dua kasus yaitu dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar dan dugaan chat mesum antara Rizieq bersama Firza Husein yang ditangani Mabes Polri.

Namun Kepolisian sudah menerbitkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3) dua kasus yang menjerat Rizieq tersebut. SP3 diterbitkan pada 2018.

Pada Agustus lalu, Rizieq bersumpah tidak akan meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk bisa pulang ke Indonesia.

"Demi Allah, saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia, apalagi mengemis untuk cabut cekal saya di Saudi," kata Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8).
(mts/bmw)