Fachrul Razi Menag, Math'laul Anwar Minta NU Berbesar Hati

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 15:31 WIB
Fachrul Razi Menag, Math'laul Anwar Minta NU Berbesar Hati Pengurus Besar Math'laul Anwar menyarankan PBNU berbesar hati karena tidak mendapat kursi menteri agama(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Math'laul Anwar Ahmad Sadeli meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berbesar hati lantaran kali ini tidak mendapat kursi menteri agama dalam kabinet. Fachrul Razi, Menteri Agama, yang baru merupakan anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar.

"Ya kita bersyukur dan terima kasih kepada Pak Presiden," kata Sadeli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (24/10).

"Mungkin PBNU kan selama ini menteri agama dari PBNU ya. Beliau harus besar hati siapa pun yang penting kader bangsa terbaik," tambahnya.


Mengenai latar belakang Fachrul yang berasal dari militer, Sadeli menilai itu bukan hal yang patut dipermasalahkan. Menurutnya, wajar jika Fachrul dipilih karena Presiden Jokowi ingin menangkal penyebaran paham radikalisme agama.

"Beliau kan berlatar belakang militer. Kan radikalisme kan musuh bangsa. Artinya tidak sesuai dengan Pancasila. Sudah jadi kewajiban kita membantu beliau," jelasnya.
Sadeli menegaskan bahwa hal terpenting yang perlu diperhatikan publik adalah kinerja Fachrul nanti, bukan latar belakangnya. Terlebih, dulu juga pernah ada menteri agama yang berlatar belakang militer seperti Fachrul, yakni Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Fachrul adalah pensiunan TNI AD dengan pangkat terakhir Jenderal. Pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.

Sementara Alamsyah Ratu Perwinagara merupakan menteri agama periode 1978-1983. Saat pensiun, dia berpangkat Letnan Jenderal. Dia juga merupakan anggota Math'laul Anwar.

"Dulu Pak Alamsyah Mathlaul Anwar juga, Menag juga. Jadi bukan sekarang saja. Lihat kinerjanya dulu ya," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Merujuk dari surat yang diterima CNNIndonesia.com, Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018.

Surat itu bernomor A. 166/KPTS/PBMA/V/2018. Ditandatangani Ketua Umum Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi.

Dalam surat tertera 11 nama anggota Majelis Amanah Pusat. Ditambah 4 nama untuk posisi ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris.

Nama Fachrul Razi tercantum dalam kolom anggota Majelis Amanah Pusat.

Sebelumnya Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas menyebut banyak kiai protes ke pihaknya karena Presiden Joko Widodo memilih Fachrul Razi sebagai menteri agama.

Para kiai, kata Robikin, tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih menag bukan dari kalangan agamawan, melainkan militer.

"Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin.

Robikin mengatakan para kiai memang sudah lama merisaukan fenomena pendangkalan pemahaman beragama seperti tercermin oleh sikap intoleran.

Pemahaman keagamaan yang salah bahkan berujung pada ekstremisme. NU menyatakan Indonesia darurat radikalisme karena sudah ada kelompok-kelompok yang menganggap semua di luar kelompoknya adalah kafir.

"Para kiai paham Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada," kata Robikin. (ani/bmw)