Latar Belakang Menteri Agama Sejak Reformasi, NU Terbanyak

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 06:41 WIB
Latar Belakang Menteri Agama Sejak Reformasi, NU Terbanyak Menteri Agama Fachrul Razi (berdiri) saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, 23 Oktober 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penunjukan Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi menjadi menteri agama oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju mengundang polemik.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PB Nahdlatul Ulama Robikin Emhas menyebut sejumlah kiai berbicara dengan mereka menyatakan tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih menag bukan dari kalangan agamawan, melainkan militer.

Secara terpisah, Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan pihaknya kaget ketika mendengar Fachrul Razi yang ditunjuk sebagai menag.


"Berdasarkan kecenderungan belakangan ini, memang pos Menag itu selalu ditempati dari unsur NU dan saat ini penunjukan Fachrul Razi itu memang cukup mengagetkan," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (24/10).

Awiek lalu menilai Fachrul yang berlatar belakang militer itu membutuhkan sosok yang berlatar belakang bidang agama untuk mendampingi sebagai wakil menteri.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, semenjak Reformasi 1998 sudah ada tujuh menteri agama dan satu pelaksana tugas (plt) hingga saat ini.

Fachrul Razi adalah Menag ketujuh sepanjang sejarah reformasi, dan yang pertama berlatar belakang militer. Terakhir kali menag dengan latar belakang militer adalah Tarmizi Taher pada masa Orde Baru. Pria dengan pangkat terakhir Laksamana Muda itu menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Sebelum Tarmizi yang merupakan pensiunan Laksamana Muda, menag pendahulunya pun berlatar belakang militer yakni Munawir Sjadzali (1983-1988) dan Alamsyah Ratu Perwiranegara (1978-1983). Di kabinet terakhir Orde Baru sebelum tumbang, Presiden kedua RI Soeharto mengangkat cendekiawan muslim, Quraish Shihab, sebagai menag.

Latar Belakang Menag Sejak Reformasi 1998, NU TerbanyakMuhammad Quraish Shihab. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Mayoritas NU

Setelah Soeharto tumbang, pada masa reformasi jabatan Menag paling banyak diberikan kepada tokoh sipil berlatar belakang Nahdlatul Ulama.

Pada awal reformasi, Presiden ketiga RI menunjuk akademisi Islam sebagai menteri agama yakni Abdul Malik Fadjar (1998-1999).

Dia adalah satu-satunya tokoh Muhammadiyah yang menjabat menteri agama sepanjang era reformasi. Pada Kabinet Gotong Royong di bawah Kepresidenan Megawati Soekarnoputri, eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjadi Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Setelah Abdul Malik Fadjar, bisa dikatakan jabatan Menag selalu diberikan kepada tokoh NU. Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001) mengangkat Muhammad Tolchah Hasan yang juga politikus PKB sebagai menteri agama.

Kemudian di Kabinet Gotong Royong yang menjadi menag kembali dari kalangan NU yakni Said Agil Husin al Munawar. Pada 2015 silam, Said sempat mendeklarasikan diri sebagai calon ketua Nahdlatul Ulama di Muktamar NU ke-33, sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Rois Syuriah PBNU.

Latar Belakang Menag Sejak Reformasi 1998, NU TerbanyakSaid Agil Husin al Munawar. (AFP/ADEK BERRY)

Zaman berganti, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menunjuk tokoh NU sebagai menag untuk Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009), Muhammad Maftuh Basyuni.

Sebelum jadi menag, Maftuh diketahui pernah jadi Dubes RI untuk Arab Saudi, Sekretaris Negara saat era Gus Dur, dan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan di masa orde baru.

Pada era kepresidenan keduanya, SBY menunjuk Ketua Umum PPP--parpol yang juga memiliki kedekatan dengan NU--sebagai menteri agama, Suryadharma Ali. Namun, pria yang karib dengan sapaan SDA itu terjerat kasus korupsi sehingga berhenti dari jabatan menag. Untuk mengisi kekosongan, SBY lantas menunjuk Menkokesra, Agung Laksono, sebagai pelaksana tugas pada 2014 silam.

Pada Kabinet Indonesia Kerja (2009-2014), Jokowi menunjuk tokoh yang berafiliasi dengan NU sebagai menag yakni Lukman Hakim Saifuddin. Lukman yang juga politikus PPP itu dikenal pula sebagai putra dari tokoh NU sekaligus Menteri Agama pada orde lama, Saifuddin Zuhri.

Latar Belakang Menag Sejak Reformasi 1998, NU TerbanyakLukman Hakim Saifuddin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menyikapi suara-suara miring terkait keterpilihan sebagai menteri agama pada Kabinet Indonesia Maju, Fachrul Razi saat ditemui di Istana Kepresidenan, Kamis (24/10), mengatakan, "Enggak ada cerita penolakan. Dengan senang hati, semua kiai-kiai itu sahabat saya dan sama-sama misinya sama, bagaimana membangun bangsa yang lebih baik, membangun umat yang baik. Jadi enggak mungkin ada penolakan."

Fachrul meminta semua pihak tak menilai pernyataan pengurus PBNU itu sebagai sebuah hal yang negatif. Ia pun berencana ke Kantor PBNU dan PP Muhammadiyah untuk silaturahmi. Namun, ia belum tahu kapan kunjungan dilakukan.

[Gambas:Video CNN]
Fachrul sendiri dikonfirmasi sebagai bagian dari ormas Math'laul Anwar. Itu dinyatakan Ketua Umum PB Math'laul Anwar, Ahmad Sadeli.

Ahmad Sadeli pun meminta NU untuk menerima Fachrul yang merupakan anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar tersebut.

"Mungkin PBNU, kan selama ini menteri agama dari PBNU ya. Beliau harus besar hati siapa pun yang penting kader bangsa terbaik," kata Sadeli saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pada masa setelah proklamasi hingga orde lama, latar belakang afiliasi ormas menteri agama sendiri sempat berganti-ganti dari Masjumi, Muhammadiyah, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan (NU).

(kid/kid)