Jokowi Rangkul Prabowo: Tak Ada Oposisi di Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 20:47 WIB
Jokowi Rangkul Prabowo: Tak Ada Oposisi di Indonesia Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan dirinya merangkul Prabowo Subianto untuk masuk dalam koalisi pemerintah. Padahal Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan lawannya dalam Pilpres 2019 dan Pilpres 2014.

Jokowi mengatakan ingin membangun sebuah demokrasi yang berazaskan gotong royong. Mantan Wali Kota Solo itu menyebut di Indonesia tidak ada yang namanya opisisi.

"Kita ini ingin membangun sebuah demokrasi gotong royong. Jadi perlu saya sampaikan bahwa di Indonesia ini tidak ada yang namanya oposisi kaya di negara lain," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).


Karena itu, Jokowi mengatakan bahwa merapatnya Prabowo dalam Kabinet Indonesia Maju demi kebaikan Indonesia. "Kalau itu baik untuk negara, baik untuk bangsa ini kenapa tidak," ujarnya.
Jokowi menyatakan sistem presidensial yang berjalan di Indonesia juga berbeda dengan negara demokrasi lainnya. Menurutnya, sistem demokrasi di negara lain hanya diikuti dua partai besar, sementara di Indonesia diikuti banyak partai.

"Ini memang kita masih menuju kepada sebuah proses demokrasi dalam bernegara ke depan," tuturnya.

"Saya kira proses proses kematangan, proses berdemokrasi ini memang semuanya masih dalam proses, tapi saya melihat itu menuju sebuah koridor yang semakin baik ke depan," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Jokowi pun menyampaikan alasan dirinya menempatkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Kata dia, Prabowo yang memiliki latar belakang militer memiliki pengalaman yang besar di bidang pertahanan.

"Ya memang pengalaman beliau, pengalaman besar beliau ada di situ," ujarnya.
Menjelang pengumuman kabinet, Jokowi bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik yang menjadi lawannya saat Pilpres 2019 lalu. Mereka antara lain Prabowo, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Ketua Umum PNS Zulkifli Hasan.

Namun, pada akhirnya Jokowi hanya menggaet Gerindra untuk masuk dalam koalisi pemerintah. Ia kemudian mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. (fra/osc)