Nadiem Makarim Salat Perdana di Kemendikbud Bersama Muhadjir

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 13:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy optimistis Nadiem Makarim sanggup mengemban amanah sebagai Mendikbud. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim melakukan salat jumat perdana di Kementerian Pendidikan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Jumat (25/10). (CNN Indonesia/ Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mendirikan salat jumat perdana di area Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Masjid Baitut Tholibin bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Jumat (25/10).

Pantauan CNNIndonesia.com, Muhadjir mendatangi kantor lamanya itu sekitar pukul 12.35 WIB. Kedatangannya disambut oleh sejumlah wartawan yang sedang menunggu Nadiem Makarim.

"Saya mau salat Jumat bareng," kata Muhadjir kepada wartawan.


Muhadjir pun optimistis dengan sepak terjang Nadiem Makarim di Kabinet Indonesia Maju periode ini. Menurutnya, sosok mantan bos Go-Jek ini tepat mengisi pos kementerian.


"Tingkat kecepatan tinggi gitu, saya kira itu ada di Pak Nadiem," ujarnya.

Selang beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 12.43 WIB Nadiem Makarim turun menuju lobi Kemendikbud dengan mengenakan batik berwarna merah dan peci hitam di atas kepalanya. Ia langsung menyambut Muhadjir dan menuju Masjid Baitut Tholibin yang masih berada di kawasan Kemendikbud.

Terdengar samar, Nadiem sempat memberikan kata sambutan sebelum menjalankan ibadah salat jumat. Ia mengatakan dirinya masih belum terbiasa dengan lingkungan kementerian sehingga membutuhkan penyesuaian.

"Saya di sini bukan sebagai guru, tapi sebagai murid. Saya ingin belajar sebanyak-banyaknya," ujarNadiem.

[Gambas:Video CNN]

Nadiem sebelumnya juga menyampaikan sejumlah fokus yang bakal dikerjakan lima tahun ke depan di hadapan pejabat eselon I dan II, Kamis (24/10).

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Awaluddin Tjalla mengatakan fokus itu di antaranya mengenai penyelarasan kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi lantaran kali ini Dikti telah di bawah Kemendikbud.

"Dengan menggabungkan [Dikti di bawah Kemendikbud] kerjanya akan lebih terintergrasi dan mengerti kebutuhan. Misalnya soal guru, saat ini kan selesai LPTK baru diserahkan ke Kemendikbud, tapi kalau sekarang satu kesatuan kita bisa mendesain bersama guru yang bagaimana yang dibutuhkan," jelas Awaluddin. (ika/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK