Sandi Berharap Nadiem Makarim Bawa Inovasi Pendidikan

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 20:06 WIB
Sandi Berharap Nadiem Makarim Bawa Inovasi Pendidikan Eks Wagub DKI Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Gerindra yang juga mantan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno berharap Menteri Pendidikan Kebudayaan yang baru Nadiem Makarim bisa membawa inovasi pada dunia pendidikan. Sebelum jadi Mendikbud, Nadiem adalah pendiri Gojek, perusahaan perintis atau start up di bidang transportasi ojek online.

Sandi berharap Nadiem mampu memberikan harapan besar terhadap perubahan dengan munculnya berbagai inovasi-inovasi tersebut.

"Dengan dipilihnya Nadiem, tentunya diharapkan peran teknologi dan inovasi pada sektor pendidikan bisa membawa pada pendidikan yang berkualitas," kata Sandi di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/10) dikutip ANTARA.


Mantan calon wakil presiden ini menilai, dengan pendidikan yang berkualitas tersebut bisa memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri akan tenaga kerja yang berkualitas sehingga mampu membuka lapangan kerja yang luas.

Menurut Sandi, saat ini dunia berubah dengan cepat dengan kehadiran teknologi, termasuk pada sektor pendidikan, kesehatan, dan bisnis.
Sandi Harap Nadiem Makarim Bawa Inovasi di Sektor PendidikanMendikbud Nadiem Makarim. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

"Pendidikan tinggi nanti masuk ke kementerian yang dipimpin Pak Nadiem, tentunya harapan besar dari kita semua atas langkah yang inovatif," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Nadiem menyatakan selaku Mendikbud akan bekerja keras untuk mempelajari apa saja permasalahan pada dunia pendidikan di Indonesia sehingga bisa mengambil langkah tepat untuk menyelesaikannya.

Saat ini Indonesia merupakan negara keempat terbesar untuk sektor pendidikan karena memiliki lebih dari 300.000 sekolah dan 4.500 perguruan tinggi serta jutaan guru dan murid di berbagai wilayah.

Nadiem menyatakan bahwa sektor teknologi informasi akan terlibat dalam penelitian meskipun saat ini tengah mencari cara pelibatan dari teknologi tersebut.

"Akan belajar dahulu di lapangan, bagaimana kondisi guru, kondisi murid, dan sebagainya," kata Nadiem. (ANTARA/osc)