Respons Prabowo soal Eks Bendum TKN Jadi Wamenhan

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 13:40 WIB
Respons Prabowo soal Eks Bendum TKN Jadi Wamenhan Menhan Prabowo Subianto. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Wahyu Sakti Trenggono sebagai wakil menteri pertahanan. Kepastian posisi tersebut diungkap Wahyu usai menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (25/10). 

Prabowo menanggapi keberadaan Wahyu yang dalam hitungan beberapa jam resmi mendampinginya. Mendengar hal tersebut, Prabowo hanya menanggapi positif penunjukan tersebut.

"Pak Trenggono? Ya bagus, reputasinya bagus," kata Prabowo di Kementerian Pertahanan, Jumat (25/10).


Prabowo tak berkomentar banyak mengenai kabar tersebut. Setelahnya Prabowo langung menaiki mobil golf. Ia mengatakan bakal bertolak dari Kementerian Pertahanan.
"Ini mau ke Istana," singkat dia.

Sebelumnya, Wahyu mengaku mendapat kabar ditunjuk sebagai Wakil Menteri. "Iya betul. Pertahanan," ucap Wahyu saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (25/10).

Presiden Jokowi dijadwalkan melantik sejumlah wakil menteri untuk mendampingi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju pada siang ini, Jumat (25/10).
[Gambas:Video CNN]

Wahyu Sakti Trenggono diangkat oleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai wakil menteri pertahanan (wamenhan) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Wahyu sendiri dikenal sebagai mantan Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.

Sosok pria kelahiran Semarang Jawa Tengah pada tahun 1962 itu lebih banyak dikenal sebagai seorang pengusaha yang bergerak di penyediaan Menara Base Transceiver Station (BTS) ketimbang seorang politikus. 'Mas Treng', begitu sapaannya, dikenal sebagai taipan dalam bisnis telekomunikasi tersebut.

Trenggono merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selepas kuliah, ia mengawali kariernya di PT Astra International Tbk. Ia pernah ditunjuk untuk menjabat sebagai General Manajer Manejemen Informasi dan Sistem PT Astra Internasional pada tahun 1992 lalu.
(ctr/ain)