PBNU Sebut Alasan Logis Jokowi Tunjuk Menag Belum Sampai

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 10:30 WIB
PBNU Sebut Alasan Logis Jokowi Tunjuk Menag Belum Sampai PBNU menyatakan Jokowi belum menyampaikan alasan logis penunjukkan Fachrul Razi sebagai menteri agama(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi mengatakan banyak kiai NU yang protes kepada pihaknya karena belum mendengar alasan logis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

Masduki paham bahwa pemilihan menteri adalah hak prerogatif Jokowi. Akan tetapi, ia menyebut banyak kiai yang belum mengetahui alasan utama Jokowi menunjuk menteri agama dari kalangan purnawirawan militer.

"Orang belum ketemu alasan logisnya seperti apa. Kenapa Pak Presiden yang punya hak prerogatif itu meletakkan begitu? Memutuskannya seperti itu? Itu yang jadi soal ya," kata Masduki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (24/10).


Menurutnya, alasan utama Jokowi memilih Fachrul Rozi sebagai menteri agama belum tersampaikan dengan baik ke para kiai-kiai NU.

Masduki menganggap itu penting. Terlebih, Jokowi memilih Menag bukan dari kalangan agamawan yang sesuai dengan jabatan tersebut, namun lebih memilih kalangan militer.

"Jadi antara hak prerogatif presiden di satu pihak lalu terkait dengan keahlian orang yang duduk di kementerian [agama] kok seperti itu? Jadi itu yang belum terkomunikasikan dengan baik," kata Masduki.
Masduki mengatakan kekecewaan para kiai itu bukan tanpa alasan. Masduki mengatakan banyak kiai dan warga NU di akar rumput telah berkontribusi maksimal atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu.

Meski PBNU dan NU bukan organisasi politik, Masduki memandang kontribusi warga NU atas kemenangan itu sangat signifikan. Ditambah ada hasil survei dari lembaga Indikator Politik Indonesia yang menyatakan suara dari NU menjadi penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Masduki tidak heran jika sebagian warga NU merasakan dimanfaatkan oleh Jokowi selepas pengumuman menteri. Ia meminta agar pihak eksekutif tak menutup mata dan memahami peranan warga NU dalam proses pemenangan di Pilpres lalu.

"Nah ini yang kira-kira banyak pihak dari kalangan NU yang tak diempati dengan baik," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Masduki mengklaim PBNU tidak mengajukan nama kepada Jokowi untuk diangkat sebagai menteri agama. Itu tidak dilakukan karena PBNU bukan partai politik.

Meski demikian, bukan berarti kalangan NU bisa diabaikan begitu saja oleh Jokowi. Menurut Masduki, alasan logis penunjukan menteri agama mesti disampaikan kepada pihak-pihak yang kecewa.

"Iya, tak ada sikap resmi [menyodorkan menteri]. Karena sudah saya tegaskan karena PBNU tak berurusan dengan politik praksis. Politik NU adalah hal yang terkait high politik lah. Tapi PBNU tak menutup mata pada kekecewaan-kekecewaan para ulama yang masuk ke PBNU. Kami merasakan itu," kata dia.

Presiden Jokowi menunjuk Fachrul Razi sebagai menteri agama dalam Kabinet Indonesia Maju. Dia adalah purnawirawan TNI AD berpangkat Jenderal.

Pernah menjadi Wakil Panglima ABRI pada 1999-2000. Pada 2013, dia bergabung dalam tim Bravo-5 yang melakukan kerja-kerja pemenangan Jokowi pada Pillpres 2014 dan 2019.

Fachrul Razi mengklaim tidak ada penolakan terhadap dirinya yang dipilih menjadi Menag. Ia juga meminta semua pihak tak mendramatisasi pengangkatan dirinya oleh Jokowi sebagai pimpinan di Kementerian Agama.

"Enggak ada cerita penolakan. Dengan senang hati, semua kiai-kiai itu sahabat saya dan sama-sama misinya sama, bagaimana membangun bangsa yang lebih baik, membangun umat yang baik. Jadi enggak mungkin ada penolakan," kata Fachrul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/10).
(rzr/bmw)