Fachrul Razi Emoh Komentari soal Tak Diundang ke Hari Santri

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 12:25 WIB
Fachrul Razi Emoh Komentari soal Tak Diundang ke Hari Santri Menteri Agama Fachrul Razi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/10). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Fachrul Razi emoh berkomentar banyak saat ditanya mengenai sejumlah penolakan atas terpilihnya ia sebagai orang nomor satu di Kementerian Agama di Kabinet Indonesia Maju. Mantan Wakil Panglima TNI itu justru merespons pertanyaan tersebut dengan menyangsikannya.

"Ah nggak usah ngomong-ngomong gitu, itu bahasa jebakan-jebakan kalian," jawab purnawirawan jenderal itu singkat di kawasan Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (25/10).

Respons itu dilontarkannya saat ditanya mengenai pernyataan NU Jatim yang tak bakal mengundang Razi dalam acara puncak Hari Santri 27 Oktober mendatang. Ia tak banyak menanggapi lagi karena bergegas memasuki lift untuk menuju ke ruangannya.


Sebelumnya, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Abdusalam Sokhib mengatakan tak berniat mengundang Menag baru ke peringatan puncak Hari Santri Nasional 2019.

Gelaran yang dilaksanakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu bakal diisi dengan acara Santi Culture Night Carnival (SCNC).

Abdusalam Sokhib selaku penyelenggara acara menerangkan keengganan melibatkan Menag baru lantaran pihaknya belum mengetahui apakah Fachrul Razi merupakan seorang santri atau bukan.

"Untuk [mengundang] Menteri Agama, saya belum pernah tahu beliau pakai 'sarung', jadi karena nanti khawatir nggak sampai undangannya, jadi belum dulu lah," kata Abdusalam, di Surabaya, Kamis (24/10).

Selain itu, Abdusalam mengatakan alasan lain tak mengundang adalah karena Fachrul Razi bukan kader NU.

Keberatan atas ditunjuknya Razi sebagai Menteri Agama juga sempat diutarakan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas. Ia menyebut banyak kiai protes pada dirinya seraya mempertanyakan alasan Presiden Joko Widodo menunjuk purnawirawan TNI tersebut alih-alih kalangan agamawan.

Para kiai, kata Robikin, tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih Menag dari kalangan militer.

"Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10).

Kamis (24/10) kemarin, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan menunjuk mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama karena ingin ada penyelesaian masalah radikalisme.

Fachrul dianggap mampu menangani masalah ekstremisme juga intoleransi dengan konkret.

Lagipula Jokowi membeberkan, Menag berlatar belakang militer ini bukan pertama kalinya.

"Sejarah juga telah ada Menag dari TNI," kata Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pada Jumat (25/10) pagi, Jokowi memanggil Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid ke Istana Kepresidenan. Kepada tokoh NU yang juga politikus PPP tersebut, Jokowi menawarkan posisi sebagai Wakil Menteri Agama.

"Ya kira kira kalo melihat pakaian saya tidak jauh dari itu [jadi wakil menteri agama]," ujar Zainut usai bertemu Jokowi.

Zainut mengatakan dalam pertemuan dengan Jokowi, sang presiden berdiskusi dengannya soal peningkatan pendidikan jalur madrasah. Jokowi, kata Zainut, ingin madrasah turut andil dalam pengembangan sektor sumber daya manusia di mana bukan hanya dakwah yang baik, tetapi juga bersinergi dengan lembaga usaha.

(ika/kid)