Staf Dipanah, PUPR Minta Oknum Tak Hambat Pembangunan Papua

CNN Indonesia | Minggu, 27/10/2019 15:00 WIB
Wamen PUPR Wempi Wetimpo meminta agar oknum penyerang pegawai PUPR di Papua tidak menghambat pembangunan di Papua. Wamen PUPR John Wempi Wetipo. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jayapura, CNN Indonesia -- Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Wempi Wetimpo, menjenguk pegawai PUPR yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Provita, Jayapura, Papua.

Kunjungan ini diakui Wempi merupakan tugas langsung dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono setelah dirinya meminta agar diberi tugas melihat langsung pegawai PUPR dan satu orang pegawai BUMN yang diserang oleh anak panah saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

"Saya minta penugasan dari Pak Menteri karena ada masalah di Yahukimi. Saya bilang saya langsung saja ke rumah sakit saja. Jadi, Pak Menteri menugaskan ke saya untuk lihat kondisi, karena ini staf kita," kata Wempi di RS Provita, Jayapura, Papua, Minggu (27/10).


Terdapat dua korban staf Kementerian PUPR yang terkena luka panah cukup serius. Wempi menyebut korban penyerangan dari orang tak dikenal ini telah diberi perawatan dan berhasil melalui masa kritis.

Wempi bahkan mengaku sempat meminta agar dua pasien ini dirujuk ke rumah sakit pusat jika memang luka yang dialami sangat serius.

"Tapi tadi dokter bilang kalau di sini di rumah sakit ini bisa, (sebab) punya peralatan baik (maka) dirawat di sini, tadi bilang kita masa observasi tiga hari, tiga hari lagi mungkin akan baik," katanya.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada tim
Dokter yang langsung menangani kedua pasien dengan gesit. Mengingat salah satu pasien memang mengalami luka tusukan serius hingga tembus ke bagian paru-paru.

"Saya terimakasih saya berharap mungkin dokter bisa bantu menangani dengan baik supaya mereka ini bisa kembali ke lapangan untuk bisa laksanakan tugas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wempi juga menghimbau agar pihak-pihak yang selama ini menghalang-halangi pembangunan infrastruktur di Papua tak lagi mengulang penghadangan hingga penyerangan.

Diakui Wempi, pembangunan infrastruktur yang secara masif digenjot Jokowi justru banyak terhambat lantaran perilaku berutal oknum masyarakat. Padahal banyak sekali masyarakat yang menagih Jokowi agar segera tuntaskan pembangunan infrastruktur di Papua ini.

"Jadi supaya mari kita buka, jangan menghalangi orang di jalan menggangu untuk membangun infrastruktur. Tidak boleh terjadi ke depan," kata dia.

"Karena banyak orang yang komentar di media sosial, itu bicara soal bagaimana memacu pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Papua, tapi kalau kelakuan masyarakat kita model begini ya kapan kita membangunnya, kan begitu yah," kata dia.

Sebelumnya dua orang yang tengah melakukan kunjungan kerja diserang orang tak dikenal saat melakukan survei di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Dua orang yang menjadi korban dan terkena panah yakni La Hanafi (55) yang menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN XVIII Jayapura, dan Heri Agus Suprianto (50) karyawan PT Agung Mulia Iriana.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan penyerangan menggunakan panah itu dilakukan saat tim yang berjumlah sembilan orang melakukan survei di sekitar Jalan Gunung. (tst/eks)