Kunjungan ini diakui Wempi merupakan tugas langsung dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono setelah dirinya meminta agar diberi tugas melihat langsung pegawai PUPR dan satu orang pegawai BUMN yang diserang oleh anak panah saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.
"Saya minta penugasan dari Pak Menteri karena ada masalah di Yahukimi. Saya bilang saya langsung saja ke rumah sakit saja. Jadi, Pak Menteri menugaskan ke saya untuk lihat kondisi, karena ini staf kita," kata Wempi di RS Provita, Jayapura, Papua, Minggu (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wempi bahkan mengaku sempat meminta agar dua pasien ini dirujuk ke rumah sakit pusat jika memang luka yang dialami sangat serius.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada tim
Dokter yang langsung menangani kedua pasien dengan gesit. Mengingat salah satu pasien memang mengalami luka tusukan serius hingga tembus ke bagian paru-paru.
"Saya terimakasih saya berharap mungkin dokter bisa bantu menangani dengan baik supaya mereka ini bisa kembali ke lapangan untuk bisa laksanakan tugas," katanya.
Diakui Wempi, pembangunan infrastruktur yang secara masif digenjot Jokowi justru banyak terhambat lantaran perilaku berutal oknum masyarakat. Padahal banyak sekali masyarakat yang menagih Jokowi agar segera tuntaskan pembangunan infrastruktur di Papua ini.
"Jadi supaya mari kita buka, jangan menghalangi orang di jalan menggangu untuk membangun infrastruktur. Tidak boleh terjadi ke depan," kata dia.
"Karena banyak orang yang komentar di media sosial, itu bicara soal bagaimana memacu pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Papua, tapi kalau kelakuan masyarakat kita model begini ya kapan kita membangunnya, kan begitu yah," kata dia.
Dua orang yang menjadi korban dan terkena panah yakni La Hanafi (55) yang menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN XVIII Jayapura, dan Heri Agus Suprianto (50) karyawan PT Agung Mulia Iriana.
Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan penyerangan menggunakan panah itu dilakukan saat tim yang berjumlah sembilan orang melakukan survei di sekitar Jalan Gunung. (tst/eks)