Sejumlah Kota Bakal Gelar Demo Sambut Hari Sumpah Pemuda

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/10/2019 15:20 WIB
Sejumlah Kota Bakal Gelar Demo Sambut Hari Sumpah Pemuda Ilustrasi unjuk rasa. (Foto: Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah daerah bakal memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin (28/10) dengan menggelar unjuk rasa. Hal ini disampaikan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono lewat kicauan Twitter pada Minggu (27/10).

"Kota-kota yang akan memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober di jalanan dengan agenda #ReformasiDikorupsi," tulis Dandhy.

"Jakarta, Surabaya, Solo, Makassar, Lampung, Malang, Yogyakarta. Silahkan ditambahkan di 'reply' disertai poster masing-masing kota agar menjadi informasi bagi kita semua," katanya lagi sembari membagikan beberapa poster ajakan aksi besok.



Salah satu poster menunjukkan aksi bakal digelar kantor Pemerintah Kabupaten Gresik dan DPRD Jawa Timur. Aksi ini diberi tanda pagar Jawa Timur menggugat.

Aksi lainnya yang dibagikan Dandhy adalah di Solo, Jawa Tengah di Tugu Kartasura. Penghubung massa di Solo, Hasan, membenarkan bila besok bakal ada gerakan. Menurutnya, aksi tersebut bakal diikuti berbagai elemen masyarakat.

"Jadi besok ada gabungan beberapa elemen masyarakat," kata Hasan.

Di tempat lain yaitu Semarang, Jawa Tengah aksi dipastikan bakal turut digelari, tepatnya di kantor Gubernur Jawa Tengah pada pukul 13.00 WIB.

Frans Napitu, sebagai salah satu koordinator aksi di Semarang menyampaikan unjuk rasa besok menjadi lanjutan aksi-aksi sebelumnya untuk menolak berbagai peraturan kontroversial yang ingin dan sudah disahkan pemerintah.

Namun, menurutnya, nanti malam pihaknya baru bakal berkonsolidasi dengan perwakilan peserta unjuk rasa untuk menyeragamkan tuntutan yang bakal disampaikan.


"Tapi konsen kami itu buat Perppu KPK, tuntutan petani, buruh, dan pengusutan kasus kematian peserta unjuk rasa saat demo lalu," ujar Frans yang berasal dari Universitas Negeri Semarang.

Selain mahasiswa, Frans menambahkan, buruh dan petani juga akan ikut aksi di Semarang.

"Jadi kami itu dari Aliansi Semarang Raya. Gabungan antara mahasiswa, buruh, hingga petani. Terus dari BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) juga menginstruksikan mengelar aksi di daerah masing-masing," kata Frans.

Pada September lalu, selama beberapa hari berturut-turut massa menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial dan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah disahkan.

Sejauh ini sudah empat orang tewas akibat unjuk rasa, dan beberapa di antaranya mengalami kekerasan yang diduga dilakukan aparat. (ryh/rea)