Uji Coba Sistem 2-1 di Jalur Puncak, Kendaraan Masih Merayap

CNN Indonesia | Minggu, 27/10/2019 17:58 WIB
Uji Coba Sistem 2-1 di Jalur Puncak, Kendaraan Masih Merayap Ilustrasi kemacetan jalur Puncak. (Polres Bogor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melakukan uji coba sistem 2-1 di Jalur PuncakBogor pada Minggu (27/10). Sistem ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di kawasan Puncak. 

Uji coba akan kembali dilakukan kembali pada Minggu (3/11). Pada pelaksanaan perdana, arus kendaraan di Jalur Puncak terpantau masih merayap. 

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan setelah uji coba, instansi terkait akan melakukan evaluasi. "Kami masih akan mempelajari bagaimana hasil uji coba pada Minggu ini dan Minggu depan bagaimana pelaksanaannya," kata dia dikutip dari Antara, Minggu (27/10).



Ia menuturkan uji coba ini bertujuan untuk menilai karakter dan jumlah kendaraan yang akan ke lokasi wisata tersebut. "Dengan sistem 2-1, maka kendaraan yang melintas di Puncak setiap saat dapat berjalan dalam dua arah meskipun jalurnya direkayasa," kata dia.

Uji coba sistem 2-1 dilakukan pada Minggu (27/10) mulai pukul 03.00-12.30 WIB. Rinciannya, dua lajur dari Gadog Ciawi ke Cisarua dan satu lajur dari Cisarua ke Gadog Ciawi.

Selanjutnya, pukul 12.30-03.00 WIB yakni satu lajur dari Gadog Ciawi dan satu lajur dari Cisarua. Pada pukul ini, lajur tengah ditutup sementara.

[Gambas:Video CNN]

Lalu, pukul 14.00-20.00 WIB  diberlakukan satu  lajur dari Gadog Ciawi ke Cisarua dan dua lajur dari Cisarua ke Gadog Ciawi. Kemudian, pukul 20.00-03.00 WIB berlaku arus lalu lintas normal yaitu dua lajur.

Meski merayap, arus lalu lintas dari Gadog Ciawi ke Cisarua lebih lancar dibandingkan pekan lalu. Sebaliknya, kendaraan yang akan melaju dari Cisarua ke Gadog Ciawi harus menunggu pemberlakuan satu arah dari Cisarua ke Gadog Ciawi.  


Ditemui terpisah, Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Jansen Manansang menilai pemberlakuan sistem 2-1 mampu mengurai kemacetan di Jalur Puncak.

Idealnya, kata dia, pemberlakuan sistem 2-1 ini dibarengi dengan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Jalur Puncak. Sebab, jalur ini telah menjadi kawasan komersial bagi pemilik hotel, restoran, warung, hingga PKL.


Pemerintah juga diminta memperlebar ruas jalan di Jalur Puncak yang mengecil. "Saya melihat di beberapa tempat masih perlu pembenahan agar penerapan sistem 2-1 berjalan lebih lancar," tuturnya. (ulf/dea)