Jelang Demo, Mahasiswa Sebut Ada Upaya Penggembosan Gerakan

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 14:09 WIB
Jelang Demo, Mahasiswa Sebut Ada Upaya Penggembosan Gerakan Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (21/10). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah mahasiswa dari 15 universitas di Jakarta yang tergabung dalam Border Rakyat (Borak) menggelar demonstrasi dengan berjalan kaki menuju Istana Presiden, Senin (28/10). Ada upaya penggembosan gerakan menjelang pelaksanaan demo hari ini.

"Sekarang institusi kampus juga lembaga negara itu berusaha digembosi. Saat konsolidasi disusupi intel, kampus ditutup, dan menutup ruang-ruang diskusi," kata Juru Bicara Front Aksi Mahasiswa Semanggi (Famsi) yang juga tergabung dalam Border Rakyat, Mazmur Simamora kepada CNNIndonesia.com di sekitar kampus Atma Jaya, Jakarta Selatan.

Sejumlah mahasiwa yang hendak mengikuti aksi hari ini masih tertahan di masing-masing universitas. Salah satu anggota Aliansi Mahasiswa Border Rakyat (Borak), Natado Putrawan mengatakan beberapa aparat tampak bersiaga di sejumlah kampus.


"Ini ada yang laporan sudah dijagain polisi di kampusnya, di UBL (Universitas Budi Luhur) di UAI (Universitas Al Azhar Indonesia). Jadi mungkin agak telat ke sininya," kata Natado di Jakarta.


Selain itu, Natado juga menyebut beberapa dosen ada pula yang mendadak mengadakan ujian.

Demonstrasi gabungan dari beberapa kampus itu sedianya menggelar aksi jalan kaki sejak pukul 11.00 WIB menuju Istana Presiden. Namun hingga pukul 13.00 sejumlah massa aksi masih ada yang belum tiba di titik kumpul.

Indikasi penggembosan serupa juga pernah terjadi saat aksi pada September lalu.

Dalam kesempatan lain, Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati sempat mengungkapkan modus yang sama terkait upaya penghalang-halangan mahasiswa mengikuti aksi. Ia mengatakan semestinya aparat melindungi proses penyampaian aspirasi tersebut alih-alih menakut-nakuti apalagi bertindak represif.

"Bentuknya di antaranya razia di kereta, penangkapan yang tidak perlu--seperti ditangkap saat mau pulang, intimidasi dari kampus," papar Asfinawati kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (15/10).


"Ada juga yang lebih tersamar, dosen diminta buat kuis atau tes pada tanggal aksi," cerita Asfin menjelaskan upaya penggembosan pada aksi pengujung September.

Menurut dia, upaya penggembosan mestinya tak terjadi di negara yang menganut sistem demokrasi. Asfin mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak warga yang dilindungi juga dijamin undang-undang.

Jelang Demo, Mahasiswa Sebut Ada Upaya Penggembosan GerakanMassa mahasiswa, pelajar, buruh, dan organisasi kemasyarakatan menggelar demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Empat Tuntutan

Mazmur Simamora mengatakan aksi Borak kali ini membawa empat tuntutan utama untuk disampaikan ke perwakilan Istana.

"Kami ingin bikin Presiden Jokowi resah, kami ingin Presiden Jokowi dengar bahwasannya sekarang 28 Oktober momentum Sumpah Pemuda, mahasiswa kembali ke jalan untuk bergerak," kata Mazmur.

Mazmur memastikan empat tuntutan ini tak bakal menepiskan tujuh tuntutan yang sebelumnya diusung pada aksi September lalu. Sebab menurut Mazmur, beberapa tuntutan terdahulu pun ada yang belum digubris pemerintah sama sekali.

"Kami sekarang punya empat grand isu, kami sebutnya Patut: empat tuntutan. Yang pertama adili jenderal pelanggar HAM yang kini masuk ke kabinet.

Tuntutan kedua, membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengusut tindakan represif aparat kepada demonstran pada September lalu.

Ketiga, mereka menuntut hentikan kemunafikan Orde Baru. Menurut Mazmur, kroni Orde Baru saat ini mulai merangsek dan menghidupkan kembali oligarki.


Tuntutan keempat, kata Mazmur, menolak pengangkatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianggap bermasalah.

"Karena kita tahu salah satu pimpinan yakni Firly disebut terlibat dugaan pelanggaran kode etik," tambah Mazmur.

Ia pun mengklaim estimasi massa mahasiswa Borak yang bakal berkumpul di istana mencapai sekitar 1.000-an orang. Selain berkumpul di Atma Jaya, peserta aksi lain ada pula yang langsung menuju titik aksi.

Pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi mengenakan pelbagai almamater lintas kampus. Beberapa di antaranya membawa spanduk identitas Borak juga poster tuntutan aksi.

Mazmur mengatakan meski Presiden Joko Widodo bertolak ke Papua, pihaknya berharap unjuk rasa hari ini didengar dan ditemui oleh perwakilan Istana.

"Kalau misalnya memang tidak memungkinkan [bertemu Jokowi], ya sudah kami mungkin bisa bertemu dengan perwakilan Istana. Bisa dari KSP atau juru bicara presiden," kata Mazmur.
[Gambas:Video CNN] (ika/pmg)