Demo Mahasiswa, Polisi Siagakan Barracuda dan Water Canon
CNN Indonesia
Senin, 28 Okt 2019 14:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menyiagakan sejumlah kendaraan taktis (rantis) seperti barracuda dan meriam air (water canon) di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) terkait rencana demonstrasi mahasiswa.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa yang dikomandoi oleh Border Rakyat (Borak) rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia ke Istana Kepresidenan.
Pantauan CNNIndonesia.com, ada empat mobil water cannon, dua mobil lapis baja barracuda, dua mobil komando pengurai massa, dan ambulans.
Selain itu, kepolisian juga memasang kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat sudah ditutup sejak Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga persimpangan Harmoni.
[Gambas:Video CNN]
Sejumlah aparat polisi dari satuan Sabhara dan Brimob juga disiagakan di depan Kantor Kemenko Polhukam. Mereka dilengkapi tameng dan tongkat.
Diketahui mahasiswa dari berbagai kampus yang dikomandoi Borak bakal menggelar aksi jalan kaki dari Bundaran HI ke Istana Kepresidenan. Mereka mengajukan 'Empat Tuntutan Selamatkan Demokrasi'.
Mereka juga mengusung tujuh tuntutan plus #ReformasiDikorupsi dan empat tuntutan Patut Selamatkan Demokrasi. Selain itu mereka juga masih mengusung tujuh tuntutan #ReformasiDikorupsi.
Di antara tuntutan itu, yakni menolak pelemahan KPK, perombakan kabinet baru Jokowi, menolak kebangkitan Orde Baru, dan pembentukan Tim Pencari Fakta tindakan represif kepolisian menangani aksi unjuk rasa selama September 2019. (dhf/osc)
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa yang dikomandoi oleh Border Rakyat (Borak) rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia ke Istana Kepresidenan.
Selain itu, kepolisian juga memasang kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat sudah ditutup sejak Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga persimpangan Harmoni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah aparat polisi dari satuan Sabhara dan Brimob juga disiagakan di depan Kantor Kemenko Polhukam. Mereka dilengkapi tameng dan tongkat.
Diketahui mahasiswa dari berbagai kampus yang dikomandoi Borak bakal menggelar aksi jalan kaki dari Bundaran HI ke Istana Kepresidenan. Mereka mengajukan 'Empat Tuntutan Selamatkan Demokrasi'.
Di antara tuntutan itu, yakni menolak pelemahan KPK, perombakan kabinet baru Jokowi, menolak kebangkitan Orde Baru, dan pembentukan Tim Pencari Fakta tindakan represif kepolisian menangani aksi unjuk rasa selama September 2019. (dhf/osc)