Diduga Provokator, Tiga Mahasiswa Halu Oleo Kendari Ditangkap

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 21:31 WIB
Diduga Provokator, Tiga Mahasiswa Halu Oleo Kendari Ditangkap Polisi tangkap tiga mahasiswa yang dituding sebagai provokator aksi ricuh di Kendari. (CNN Indonesia/Fandi)
Kendari, CNN Indonesia -- Tiga mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari ditangkap polisi karena diduga menjadi provokator dalam aksi ricuh di depan Mapolda Sultra, Kandari, Selasa (22/10).

Mereka adalah Aripudin (25), Muh Reflianto (20) dan La Ode Muh Agus (21). Ketiganya diamankan setelah magrib di sekitaran Bundaran Kantor Gubernur Sultra.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas Teknik UHO Ramli menyebut dua dari tiga mahasiswa itu merupakan mahasiswa Teknik Arsitektur UHO.


"Kami lagi koordinasi dengan LBH untuk pendampingan hukumnya," kata Ramli saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon selulernya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari Amselmus AR Masiku menyebut pihaknya siap melakukan pendampingan terhadap tiga mahasiswa yang ditangkap.

Demo mahasiswa di depan DPRD Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis (26/9), berujung kematian dua mahasiswa UHO.Demo mahasiswa di depan DPRD Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis (26/9), berujung kematian dua mahasiswa UHO. (ANTARA FOTO/Jojon)

"Iya, besok baru dicek di Polda. Saya sudah komunikasi dengan mereka (mahasiswa)," kata Anselmus melalui pesan singkatnya.

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan pihaknya sudah bernegosiasi dengan mahasiswa agar segera membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WITA.

"Karena tidak mau, kita upayakan pendorongan," kata Merdisyam.


Tiga orang penunjuk rasa yang diamankan, kata jenderal bintang satu ini, diduga sebagai provokator.

"Dari hasil pengamatan kita, merupakan provokator terhadap massa dan aparat kita," jelasnya.

Dalam demo ricuh itu, tiga aparat dan lima mahasiswa terluka dan warga terkena dampak gas air mata yang ditembakkan polisi untuk membubarkan massa.

[Gambas:Video CNN]

"Tadi kita lihat ada anak kecil dan ibu-ibu [terkena gas air mata]. Ini kan lokasinya dekat perumahan warga. Tentunya akses pelaksanaan tersebut upaya pendorongan gas air mata dan gas air mata terbawa angin lalu kena warga," katanya.

Sebelumnya, mahasiswa dan keluarga mahasiswa korban penembakan di Kendari menggelar demonstrasi di depan Polda Sultra. Mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari itu mendesak polisi segera mengungkap pelaku penembakan Himawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) pada Kamis (26/9).

(pnd/arh)