Kepala Bappeda DKI Mahendra mengatakan DKI hanya akan mengunggah anggaran Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Sementara (KUAPPAS) DKI hanya jika sudah disepakati dengan anggota DPRD DKI Jakarta.
"Kalau ditanyakan tadi sudah sempat upload atau belum, kami belum pernah meng-upload. Kuappas belum pernah di-upload," tegas Mahendra di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang bisa menemukan alamatnya itu saya juga enggak tahu karena itu masalah ada barangkali ada sistem yang bocor," jelas dia.
Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membeberkan bahwa draft anggaran DKI 2020 sempat naik ke lama situs apbd.jakarta.go.id pada 11 Oktober 2019. Selang waktu sekitar dua jam, anggaran tersebut tidak dapat diakses kembali.
"Kami masih bisa mengakses histori dari linknya. Jadi cuma icon 2020 yang hilang, tapi historinya masih kebuka," ujar dia.
Sebelumnya beredar luas penggalan draft anggaran DKI yang membuat viral. Adapun anggaran itu ialah pengadaan lem aibon sebesar Rp82,2 miliar dan pengadaan pulpen sebesar RP123 miliar.
Dipastikan anggaran ini tidak lolos dan akan direvisi menjadi Rp22 miliar.