Bocor, Bappeda Klaim Tak Unggah Draft Anggaran DKI 2020

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 04:00 WIB
Bocor, Bappeda Klaim Tak Unggah Draft Anggaran DKI 2020 Ilustrasi. (apbd.jakarta.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebut tidak pernah mengunggah satu pun data anggaran APBD DKI untuk Tahun Anggaran 2020.

Kepala Bappeda DKI Mahendra mengatakan DKI hanya akan mengunggah anggaran Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Sementara (KUAPPAS) DKI hanya jika sudah disepakati dengan anggota DPRD DKI Jakarta.

"Kalau ditanyakan tadi sudah sempat upload atau belum, kami belum pernah meng-upload. Kuappas belum pernah di-upload," tegas Mahendra di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10).


Mahendra menjelaskan tak satu pun draft anggaran yang diunggah Bappeda ke laman situs apbd.jakarta.go.id. Mulai dari Kuappas, Rencana Kegiatan Anggaran(RKA) hingga Penajaman 2020 pun bukan merupakan dokumen yang diunggah.

"Itu hanya kertas kerja. Bukan suatu dokumen. Yang akan kita upload dokumen yang sudah punya kuappas. Kalau masih berupa rancangan berupa kertas kerja ya kan jadi beda-beda," jelas dia.

Mahendra mengaku heran dengan beredarnya petikan sejumlah anggaran yang masuk tersebar di media sosial dan dijadikan sumber data. Ia menduga ada kebocoran data hingga sampai beredar luas.

"Kalau ada yang bisa menemukan alamatnya itu saya juga enggak tahu karena itu masalah ada barangkali ada sistem yang bocor," jelas dia.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membeberkan bahwa draft anggaran DKI 2020 sempat naik ke lama situs apbd.jakarta.go.id pada 11 Oktober 2019. Selang waktu sekitar dua jam, anggaran tersebut tidak dapat diakses kembali.

Namun ternyata PSI masih bisa mengakses histori yang berisi tautan laman draft anggaran sebelumnya. Anggota DPRD DKI William Sarana mengatakan bahwa hanya ikon tab 2020 yang menghilang, namun tidak dengan isinya.

"Kami masih bisa mengakses histori dari linknya. Jadi cuma icon 2020 yang hilang, tapi historinya masih kebuka," ujar dia.

Sebelumnya beredar luas penggalan draft anggaran DKI yang membuat viral. Adapun anggaran itu ialah pengadaan lem aibon sebesar Rp82,2 miliar dan pengadaan pulpen sebesar RP123 miliar.

Dipastikan anggaran ini tidak lolos dan akan direvisi menjadi Rp22 miliar.

(ctr/agt)