Tjahjo: Kalau Mau Pakai Cadar, di Lingkungan Rumah Saja

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 17:42 WIB
Tjahjo: Kalau Mau Pakai Cadar, di Lingkungan Rumah Saja Tjahjo Kumolo Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo tak mempersoalkan pemakaian niqab alias cadar di tengah masyarakat. Namun, Tjahjo mengatakan masyarakat ataupun aparatur sipil negara (ASN) agar mengikuti aturan berpakaian di kantor masing-masing.

Menurutnya, lebih baik penggunaan cadar hanya di lingkungan rumah masing-masing.

"Ya silahkan mau pakai silakan. Tapi di rumah sendiri dong. Kalau anda pegawai kantor harus punya aturan. Mohon maaf orang mau bercadar di rumah boleh. Tapi kalau pegawai saya, terus bercadar saya mau lihat, loh saya kan punya aturan dong," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10).


Tjahjo menyatakan sampai saat ini dirinya tak menemukan pegawai di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, memakai cadar saat bekerja. Politikus PDI-Perjuangan itu hanya melihat para PNS tersebut mengenakan peci ataupun jilbab.
"Selama ini saya apel ketemu semua staf. Semua pakaian normal semua, khas Indonesia. Gitu aja. Yang pakai peci, pakai peci. Pakai jilbab, pakai jilbab. Sah-sah saja," ujarnya.

Tjahjo mengatakan wajar jika Menteri Agama Fachrul Razi ingin membuat larangan bercadar di lingkungan instansi pemerintah. Hal tersebut, kata Tjahjo, sama ketika dirinya meminta agar para PNS di kementeriannya memakai pakaian yang sudah ditentukan.

"Saya kira masing-masing kepala lembaga punya aturan. Sama kalau di kantor saya, pegawai saya harus ikuti aturan. Senin pakaian putih, Selasa putih, Kamis batik," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi berencana mengkaji larangan penggunaan cadar untuk masuk ke instansi pemerintah. Hal itu ia katakan karena alasan keamanan usai penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto.

Fachrul mengatakan rencana itu masih dalam kajian. Aturan itu bakal dibuat dalam peraturan menteri agama.

"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab [cadar], tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," ujar Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10). (fra/ain)