Saat Idham Azis Jabat Kapolri, Putranya Jadi Taruna Terbaik

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 11:32 WIB
Saat Idham Azis Jabat Kapolri, Putranya Jadi Taruna Terbaik Ilustrasi taruna akmil/akpol. (Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan pangkat dan melantik Idham Azis menjadi Kapolri, Jumat (1/11).

Kini, Idham yang semula berpangkat komisaris jenderal telah menyandang jenderal polisi. Pangkat di bahunya pun berubah dari bintang tiga jadi bintang empat sebagai pemegang pucuk kepemimpinan Korps Bhayangkara.


Sehari sebelum dilantik menjadi Kapolri oleh Jokowi, penunjukan Idham telah disetujui DPR lewat mekanisme Rapat Paripurna DPR. Idham adalah satu-satunya calon yang diajukan Jokowi kepada DPR untuk menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang kini telah menjadi Menteri Dalam Negeri.


Pada hari yang sama, Kamis (31/10), putra Idham Azis juga resmi dilantik menjadi taruna di Magelang, Jawa Tengah.

Seperti dilansir Antara, upacara wisuda Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian itu dipimpin dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Irfan sendiri masuk 10 besar prestasi untuk seluruh taruna dari empat matra. Saat pelantikan itu Irfan hanya didampingi ibunya, Fitri Handari, karena Idham Azis sedang mengikuti proses penunjukan jadi Kapolri di DPR, Jakarta.

Irfan pernah menyabet beberapa penghargaan di bidang sains di antaranya: Grand Champion dalam ajang International Mathematics Contest Singapura (IMCS), urutan pertama American Mathematics Competition (AMC8) tahun 2014, 3 medali emas di Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC India) tahun 2014, Medali Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMP 2015, dan Medali Perak OSN Tingkat SMA 2017.

[Gambas:Video CNN]


Sementara itu, seperti dilansir dari siaran pers TNI, Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat memimpin upacara wisuda mengharapkan latihan chandradimuka yang telah dialami bisa menjadi mendorong sinergisitas TNI-Polri dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Ada 860 taruna akademi TNI/Polisi yang diwisuda pada hari tersebut.

"Para Taruna dan Bhayangkara Dua Taruna nantinya akan kembali bertemu dengan rekan-rekannya untuk bekerja sama, saling mendukung, dan semuanya itu dilakukan untuk satu tujuan, yaitu kepentingan bangsa dan Negara," ujar Hadi.

(Antara/kid)