Sidak Gagal Menpora di GBT Berbuntut Seruan Interpelasi Risma

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 12:20 WIB
Sidak Gagal Menpora di GBT Berbuntut Seruan Interpelasi Risma Menpora Zainudin Amali saat sidang di Stadion GBT. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inspeksi mendadak atau sidak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali yang gagal di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, berbuntut panjang. Fraksi Golkar DPRD Surabaya bahkan mengancam bakal melayangkan interpelasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, mengatakan hal ini bermula saat Zainudin melakukan sidak, Minggu (3/11) sore. Sidak Zainudin urung dilakukan lantaran pintu GBT terkunci rapat.

Menanggapi hal itu, Agoeng menilai Pemkot Surabaya telah melecehkan Zainudin sebagai menteri. Sebab, selain tak membukakan pintu, tak ada satupun pejabat pemkot yang menyambut sang menteri dengan baik.


"Ini pelecehan. Pejabat negara datang ke sini (GBT) enggak dibuka," kata Agoeng.

Padahal, kata Agoeng, kedatangan Zainudin yang juga Politikus Golkar tersebut, ke Surabaya ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi GBT, yang digadang menjadi salah satu kandidat gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Namun kata Agoeng, yang terjadi pintu GBT malah tertutup rapat-rapat. Ia pun menyalahkan Wali Kota Risma, dan menilainya tak bisa bersinergi dengan baik dengan pemerintah pusat.

"Dibuka aja tidak. Padahal Kadispora Jatim dari kemarin juga sudah menghubungi (Kadispora Surabaya) tidak diangkat juga, di WA juga tidak dijawab," katanya.
Sidak Gagal Menpora di GBT Berbuntut Seruan Interpelasi RismaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Buntutnya, Agoeng mengatakan pihaknya bakal mengajukan interpelasi terhadap Risma. Dan juga memanggil kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya, serta stakeholder terkait lainnya.

"Pasti (Risma) saya panggil, bila perlu saya interpelasi nanti, jika jawabannya tidak memuaskan. Saya akan galang itu mulai dari fraksi. Saya sudah kontak ketua fraksi tadi," kata Agoeng.

Interpelasi merupakan hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah, mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut, jika tak puas interpelasi terhadap Risma, maka Agoeng akan mengajak seluruh fraksi di DPRD Surabaya untuk tak menyetujui RAPBD Surabaya 2020, yang didalamnya terdapat anggaran perbaikan GBT.

"Karena kebetulan ini (pembahasan) APBD, bila perlu APBD-nya enggak kita masukkan, sekalian enggak ada anggaran di sini," ujarnya.

Kunjungan Menpora Zainudin Amali ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya terpaksa dibatalkan lantaran kondisi pintu GBT yang terkunci rapat.

Zainudin yang tiba pukul 15.00 WIB, Minggu (4/11) mengaku kecewa karena harus tertahan di luar stadion. Ia pun urung meninjau kondisi salah satu kandidat venue gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021.

"Kan dikunci, saya nggak bisa terbang," kata dia, di Surabaya, Minggu (3/11).

Padahal, kata dia, maksud kedatangannya itu adalah untuk meninjau GBT secara langsung, serta mencari solusi tentang apa saja yang perlu dipersiapkan dan diperbaiki di stadion itu.
[Gambas:Video CNN]
Ia pun mengaku tak tahu apa yang menyebabkan dirinya tak bisa masuk GBT. Menurutnya dirinya melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, juga sudah berkoordinasi dengan Dispora Surabaya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya Edi Santoso, mengaku tak mendapatkan kabar dan koordinasi dari pihak Dispora Jatim, perihal kunjungan Menpora ke GBT.

"Kapan itu mas ku kunjungannya? Lah enggak ngerti hari ini. Enggak tahu kalau hari ini ada kunjungan, saya enggak ngerti mas, enggak tahu," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya Edi Santoso, kepada CNNIndonesia.com.

Edi mengaku tak mendapatkan laporan apapun dari pihak kementerian ataupun Dispora Jatim, perihal kunjungan Menpora tersebut ke stadion berkapasitas 55.000 ribu itu.

"Konfirmasi enggak ada, telepon enggak ada, enggak ada surat apapun," ujarnya.

(frd/gil)