Sebelumnya, viral video yang menunjukkan gabungan ormas Kota Bekasi menuntut pengelolaan jatah parkir di pelbagai minimarket di kota tersebut.
Deni mengucapkan permintaan maafnya itu di depan Kantor Wali Kota Bekasi. Di sana, ia tampak berdiri di samping Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, dan Komandan Kodim 0507 Kolonel Inf Rama Pratama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deni menuturkan, sejumlah ormas yang berunjuk rasa tidak memiliki tujuan untuk menekan pemerintah dan juga aparat penegak hukum. Ia pun berharap agar video tersebut tidak dibagikan kembali, sehingga semakin menjadi viral.
Deni pun berjanji pihaknya, para ormas di kota Bekasi akan mengikuti aturan main pemerintah serta bersinergi dengan Pemkot, polisi, maupun TNI,
Sebelumnya, sejumlah ormas menggelar aksi unjuk rasa di SPBU 34-17145 di jalan Raya Siliwangi, kecamatan Rawalumbu pada Rabu (23/10) lalu.
Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, FBR bersama sejumlah ormas gabungan menuntut pengelolaan parkir di sejumlah minimarket di Kota Bekasi. Total ada lebih dari 600 minimarket tersebar di daerah penyangga ibu kota tersebut.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan pemberdayaan warga di kota tersebut tetap berdasarkan ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan. Itu ditegaskan Rahmat di depan kantornya didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota, dan Dandim 05/07 Kota Bekasi. Di sebelah Rahmat terlihat Ketua Gibas Kota Bekasi Deni M Ali.
"Jangan sampai kita dianggap sebagai kota preman, Kota Bekasi ini adalah kota patriot, kota yang ihsan, kota yang berbudaya, dan sebuah kota yang nyaman dan aman untuk warga tinggal di kota Bekasi," ujar Rahmat.