Bentrok Tanah Abang, Polisi Sebut Bukan Karena Rebutan Lapak

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 15:13 WIB
Bentrok Tanah Abang, Polisi Sebut Bukan Karena Rebutan Lapak Foto ilustrasi. (Istockphoto/deepblue4you)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono memastikan bentrokan di Kantor DPC Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/10) lalu bukan dipicu rebutan lapak dagang.

"Bukan (karena rebutan lapak dagang)," kata Lukman saat dikonfirmasi, Senin (28/10).

Lukman menuturkan bentrokan itu hanya dipicu oleh ketersinggungan semata. Namun, ia tak menjelaskan secara rinci perihal ketersinggungan apa yang akhirnya memicu bentrokan.


"Ketersingungan saja awalnya," ucap Lukman.

[Gambas:Video CNN]
Menurut Lukman, masalah ketersinggungan tersebut sebetulnya telah diselesaikan lewat mediasi yang dibantu oleh pihak kepolisian.

Diketahui polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam bentrokan tersebut. Ketiganya yakni DF, HM, dan MF. Ketiganya dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Bentrokan itu terjadi di Kantor DPC BPPKB Banten, Tanah Abang, Jumat (25/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bentrokan itu bermula saat kantor DPC BPPKB didatangi oleh dua orang tak dikenal. Mereka masuk ke dalam dan melakukan perusakan.

Akibat bentrokan tersebut dua orang mengalami luka akibat senjata tajam. Keduanya yakni Triyarso yang mengalami luka bacok di paha kiri serta Kliwon Sunaryo yang mengalami luka bacok di tangan kiri, luka sobek perut sebelah kanan, serta jari tangan kanan putus. (dis/osc)