100 Hari Pertama, 'Mas Menteri Nadiem' Klaim Akan Jadi Murid

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 22:49 WIB
100 Hari Pertama, 'Mas Menteri Nadiem' Klaim Akan Jadi Murid Mendikbud Nadiem Makarim berdiskusi dengan para guru di SDN Pekuncen, Kota Pasuruan, Jatim. (CNN Indonesia/Farid)
Pasuruan, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku akan berperan sebagai murid di 100 hari pertamanya. Ia pun membuka diri dari kritik para guru.

Hal itu dikatakannya saat berdiskusi dengan para guru SDN Pekuncen, Kota Pasuruan, Jatim, Kamis (7/11). Sebelunya, ia meninjau lokasi ambruknya bangunan SDN Gentong, Kota Pasuruan.

Saat Nadiem memulai dialog, mantan CEO Gojek itu malah dipanggil 'Mas Menteri' oleh para guru.


"Yang terhormat Bapak Menteri, eh Mas Menteri," seloroh salah satu guru, disambut gelak tawa Nadiem dan para guru yang lain.

Dalam kesempatan itu, Nadiem kemudian mengatakan di 100 hari pertamanya, ia akan berperan sebagai murid. Hal itu dilakukannya untuk lebih mendengar suara dan usulan para guru secara langsung di daerah.

Atap SD Negeri Gentong, Pasuruan, ambruk dan menewaskan sejumlah siswa, Selasa (5/11).Atap SD Negeri Gentong, Pasuruan, ambruk dan menewaskan sejumlah siswa, Selasa (5/11). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
"Saya harapannya hari ini bukan saya yang berbicara. Waktu serah terima [jabatan], komitmen 100 hari pertama adalah bukan menjadi guru, tapi menjadi murid saya," kata dia.

"Saya ingin belajar. Karena menurut saya sistem pendidikan dari Kemdikbud harus menjadi pelayan kepada guru-guru, kepada murid-murid. Apa yang dibutuhkan, yang dibebankan," tambahnya.

Ia pun meminta para guru untuk menyampaikan segala saran serta kritiknya, hal itu, kata Nadiem dibutuhkan untuk pembentukan sistem dan kebijakannya nanti sebagai menteri. Ia juga mengaku terbuka dengan segala kritik.

"Saya orangnya terbuka dan seneng dikritik," aku dia.

Kunjungan ke Pasuruan ini merupakan kunjungan kerja luar kota pertama Nadiem usai dilantik menjadi bagian Kabinet Indonesia Maju, oleh Presiden Joko Widodo.

Nadiem pun mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan kota ini, yang merupakan kota kelahiran ibunya.

[Gambas:Video CNN]
"Saya belum kembali ke Kota Pasuruan, sejak saya masih kecil. Ibu saya lahir di sini dan kakek saya dari di sini, tapi semuanya pada pindah ke Jakarta sisanya di Surabaya," katanya, Kamis (7/11).

Selain berdialog, di sekolah itu ia sempat meninjau sekeliling SDN Pekuncen yang bangunananya menjadi cagar budaya tersebut.

(frd/arh)