"Kami mendesak gubernur Anies segera mempublikasikan dokumen KUA-PPAS APBD 2020. Dalam dokumen ini ada ratusan mata anggaran yang sangat tak masuk akal," ujar orator aksi Siska.
Selain itu ada pula anggaran untuk pembelian pulpen senilai Rp123,8 miliar, komputer Rp121,2 miliar, dan software antivirus Rp12,9 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan akses informasi yang tertutup terhadap dokumen anggaran berpotensi menimbulkan celah korupsi pada APBD DKI 2020.
"Kami duga dengan tertutupnya akses informasi maka potensi manipulasi anggaran yang berujung korupsi sangat besar. Tentu saja ini sangat merugikan warga Jakarta yang hingga hari ini masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan," ucapnya.
Polemik lem aibon ini sebelumnya terungkap dari politikus PSI William Aditya yang membuka dokumen penggunaan anggaran sebesar Rp82,8 miliar Pemprov DKI Jakarta KUA-PPAS 2020.
[Gambas:Video CNN]
Anies awalnya merespons santai gebrakan PSI itu. Dia menyerahkan kepada publik dan mengaku tidak khawatir dengan komentar yang disampaikan oleh masyarakat di media sosial.
Tim tersebut diamanatkan lewat Keputusan Gubernur Nomor 128 Tahun 2019, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. (psp/wis)