Nasdem: Pidato Partai Pancasilais Surya Paloh Bukan Sindiran

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 14:36 WIB
Nasdem: Pidato Partai Pancasilais Surya Paloh Bukan Sindiran Ketua DPP Partai NasDem Irma Suyani Chaniago. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyebut pidato Suya Paloh di Kongres ke-2 adalah penegasan dukungan untuk Presiden Joko Widodo. Irma juga menyebut kata-kata "partai pancasilais yang tidak menanamkan Pancasila" dalam pidato Paloh bukan sindiran untuk partai tertentu.

Irma juga menyatakan salah satu bentuk dukungan pada Jokowi adalah dengan menjalin hubungan dan komunikasi dengan partai politik yang berada di luar pemerintahan.

"Nah kalau misalnya temen-teman di luar partai koalisi itu melakukan check and balance dengan konstruktif, solutif, dan elegan, tentu ini kan membantu presiden," kata Irma kepada wartawan di area Kongres ke-2 Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (9/11).


"Nasdem ambil inisiatif untuk membantu presiden dengan mengkonsolidasikan partai-partai yang berada di luar."

Pidato Paloh di pembukaan Kongres ke-2 pada Jumat kemarin sempat menuai sorotan. Paloh saat itu meminta para kadernya agar selalu berbesar hati ketika dihujani kecurigaan oleh pihak lain. Dia menegaskan bahwa NasDem adalah partai baru sehingga mesti tahu diri.

Paloh juga mengatakan belakangan ini partainya dicurigai dan dipandang sinis setelah melakukan sejumlah safari politik ke partai-partai, salah satunya ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Yang mencurigai NasDem ya kita enggak tahu, tapi pasti ada. Bagaikan angin yang terasa di tangan saya, enggak bisa tangkap dia, nggak terlihat tapi ada perasaan saja," demikian pidato Ketua Umum Partai Nasdem tersebut.

Paloh juga menyebut ada partai yang mengaku pancasilais, padahal tidak menanamkan nilai-nilai pancasila itu sendiri. Namun, dirinya enggan membeberkan partai mana yang ia maksudkan.

Irma mengatakan pidato Paloh adalah respons terhadap sindiran yang dialamatkan pada partainya. Menurutnya isi pidato tidak ditujukan bagi salah satu partai yang berada dalam koalisi pendukung Jokowi, termasuk PDI Perjuangan, tapi bagi setiap pihak yang memandang sinis terhadap NasDem.

"Ayolah kita bangun kepercayaan satu dengan yang lainnya, jangan lagi saling curiga. Karena kami melihat ketika PDIP membawa Gerindra toh kami juga tidak protes," ujarnya.

"Jadi tidak tunjukan ke salah satu partai politiknya," ujarnya.

(mjo/vws)