"Kalau Polri di Polri saja ada kapolri dan wakapolri. Kejaksaan ada jaksa agung, ada wakil jaksa agung, iya kan. di BIN ada kabin, ada wakabin, iya kan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11).
Jokowi menyatakan posisi wakil panglima TNI sudah resmi setelah berlakunya Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI. Namun, kata Jokowi, sampai saat ini belum diputuskan sosok untuk mengisi posisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai pengadaan jabatan wakil panglima TNI tidak bertentangan dengan rencana Presiden Jokowi yang ingin memangkas birokrasi di periode keduanya. Dia pun membandingkan Polri yang sejak lama memiliki Wakapolri.
"Menjaga pertahanan negara yang menjaga sifat situasi dalam keadaan perang. Saya kira TNI semakin kompleks," tutur Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (8/11).
"Bangsa kita juga semakin membutuhkan kehadiran TNI untuk kegiatan-kegiatan mendukung Polri melakukan pemberantasan terorisme, ekstremisme, dan berbagai macam ancaman-ancaman kedaulatan bangsa," lanjutnya.
Wakil Ketua MPR itu menganggap jabatan Wakil Panglima TNI perlu dipertimbangkan keberadaannya. Terlebih, TNI juga memiliki tiga matra, yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara.
"Institusi Polri saja yang tidak ada tiga matra di dalam institusi Polri ada memiliki Wakapolri, apalagi TNI yang dia punya tiga matra (yaitu) AL, AU dan AD," ujarnya.
Presiden Jokowi sempat menyampaikan rencananya memangkas birokrasi. Dia mengucapkan itu saat berpidato di Gedung MPR usai dilantik sebagai Presiden pada Oktober lalu. Namun, dia justru banyak mengadakan jabatan baru yang tak ada di periode pertamanya. Di antaranya wakil menteri dan wakil panglima TNI.
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman mengatakan keberadaan Wakil Panglima TNI dibentuk untuk menjalankan tugas khusus atau prioritas yang diberikan Jokowi. Termasuk juga posisi wakil menteri.
"Posisi terkait dengan wakil menteri, wakil panglima, jelas kriterianya dari bapak, selalu untuk menangani tugas khusus atau tugas prioritas," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/11).
Fadjroel belum bisa bicara siapa calon kandidat wakil panglima TNI. Ia menyarankan untuk bertanya langsung kepada Panglima TNI Hadi Tjahjanto.