ANALISIS

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Rizieq Harus Berjuang Sendiri

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 07:31 WIB
Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Rizieq Harus Berjuang Sendiri Nasib Rizieq Shihab menyisakan tanda tanya usai Prabowo Subianto, orang yang pernah menjanjikan kepulangannya, kini masuk lingkaran Istana pemerintahan Jokowi. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengangkatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di kabinet Joko Widodo dinilai makin membuat nasib pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terkatung-katung. Pasalnya Prabowo dianggap tak bisa mengambil keputusan politik sendiri.
 
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menuturkan bergabungnya Prabowo dan Gerindra ke lingkaran Istana menunjukkan bahwa saat ini Rizieq mesti memperjuangkan nasibnya sendiri.

Menurut Adi, Prabowo merupakan salah satu harapan Rizieq karena pernah menjadi salah satu pihak yang memperjuangkan kepulangan Rizieq ke Indonesia.

"Tapi ketika Gerindra, Prabowo sudah menjadi bagian pemerintah agak susah. Karena bagaimanapun Prabowo tidak bisa menentukan apapun, karena posisnya sebagai Menhan rentan dicap conflict of interest," tutur Adi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (31/10).


Selain itu, Prabowo juga tak bisa membuat keputusan politik sendiri. Adi menyebut keputusan politik Prabowo saat ini sangat bergantung pada keputusan pemerintah ataupun presiden.

"Jadi memang lebih kompleks sekarang, itu yang saya bilang tidak ada harapan apapun atau Rizieq tidak bisa berharap pada siapapun untuk kepulangannya, ya memperjuangkan diri sendiri," katanya.

Rizieq diketahui pergi ke Arab Saudi setelah pihak kepolisian menjeratnya dengan sejumlah kasus hukum. Atas kasus itu, pada akhir April 2017, ia pergi untuk ibadah umrah atau sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi bersama Firza Husein.

Sejak itu, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia, meski kasusnya sudah dihentikan pihak Polda Metro Jaya.

Selain kasus dugaan konten pornografi, Rizieq juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghinaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat. Kasus itu juga telah dihentikan pihak kepolisian pada awal tahun lalu.

Nama Rizieq pun sempat menjadi perbincangan di masa Pilpres 2019. Kala itu, Prabowo yang menjadi calon presiden nomor urut 02 bahkan menjanjikan akan menjemput Rizieq jika terpilih sebagai presiden.

"Dalam ijtimak yang ke-2 saya sudah mengatakan begitu saya menang saya akan mengembalikan Habib Rizieq Shihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau," kata Prabowo Februari 2019.
Nasib Rizieq Kian Terkatung Usai Prabowo Jadi Menteri Jokowi

Namun, Prabowo kemudian kalah di Pilpres 2019. Lantas, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani pun mengakui pemulangan Rizieq menjadi salah satu syarat dalam rekonsiliasi.

Saat di Arab, Rizieq tetap menggalang massa di Pilpres 2019. Ia ikut serta merancang Ijtimak Ulama yang memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan syarat pemulangan Rizieq itu merupakan tanggung jawab moral Prabowo dan Gerindra kepada para pendukungnya.

Seiring berjalannya waktu, Prabowo kemudian justru melakukan pertemuan dengan Joko Widodo yang kembali terpilih menjadi presiden untuk periode kedua.

Usul PBNU

Isu pemulangan Rizieq kembali berhembus saat Wasekjen Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Isfah Abidal Azis membuat sebuah video yang menyatakan bahwa Rizieq berhak untuk kembali di Indonesia.

Terkait video itu, Isfah menegaskan bahwa video tersebut merupakan pendapat pribadinya dan tidak mengatasnamakan PBNU.

Adi menganggap pernyataan Wasekjen PBNU tersebut merupakan efek belum selesainya persoalan Rizieq hingga saat ini.

Disampaikan Adi, selama ini muncul ketegangan diskursus politik antara pemerintah dengan FPI, dan ormas lainnya. Ia menilai jika persoalan Rizieq tak kunjung diselesaikan, maka anggapan bahwa pemerintah memiliki hubungan kurang harmonis dengan FPI dan sejumlah ormas Islam lainnya akan terus bermunculan.

"Ketika Wasekjen PBNU ngomong begitu sudah menjadi penting persoalan Rizieq untuk segera diselesaikan," ucap Adi.

"Artinya selama Rizieq belum bisa pulang maka selama itu pula akan selalu ada narasi-narasi bahwa pemerintah saat ini memang tdak bagus hubungan dengan Rizieq," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]
Sementara pengamat politik dari UIN Jakarta Ali Munhanif menuturkan isu kepulangan Rizieq di masa Pilpres 2019 oleh Prabowo sebenarnya merupakan bagian dari upaya penggalangan massa semata.

Ia menyebut saat itu kubu 02 berusaha memperkuat basis dukungan dengan menjaring suara dari masyarakat yang masih memimpikan politik Islam di Indonesia.

"Untuk menjaring segmen kecil masyatakat yang masih memimpikan politik Islam di situlah dia (Prabowo) ingin mempertebal keyakinan kelompok itu yang masih percaya Rizieq, menjadi pemilik potensial Prabowo wktu itu," ucap Ali.

Kalaupun Prabowo terpilih menjadi presiden, Ali menilai upaya pemulangan Rizieq tetap tak mudah dilakukan. Sebabnya, itu terkait kasus hukum, posisi Prabowo sebagai Menhan yang tidak memberikan kemudahan dalam memberi masukan kepada Jokowi, serta kegamangan pemimpin FPI itu sendiri.

"Rizieq gamang untuk pulang karena ada kasus hukum, Rizieq antara mengakui dan tidak mengakui kasus hukum yang menjeratnya," ujar Ali.

Pada akhirnya, kata Ali, kepulangan Rizieq saat ini menjadi perjuangan dari Rizieq dan FPI sendiri tanpa ada bantuan atau keterlibatan pihak lain, termasuk pemerintah.


(dis/gil)