Ada Bom Medan, Komisi III Soroti soal Anggaran dan Regulasi

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 02:47 WIB
Ada Bom Medan, Komisi III Soroti soal Anggaran dan Regulasi Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman ingin insiden terorisme seperti bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara tidak boleh terjadi lagi di hari mendatang. Hal tersebut dilontarkan karena perangkat yang dibutuhkan bagi negara untuk mencegah dan menanggulangi terorisme telah memadai.

"Regulasi sudah kuat, anggarannya juga kuat, Presiden (Joko Widodo/Jokowi) juga mendukung agenda ini, tinggal implementasi saja di lapangan seperti apa," kata Benny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (13/11).

Menurutnya, pemberantasan serta penanggulangan terorisme tinggal tergantung pada proses implementasi karena alokasi anggaran dan regulasi yang diberikan kepada pemangku kepentingan terkait sudah sangat kuat.


Salah satu buktinya, lanjut politikus Partai Demokrat itu, Komisi III DPR sudah memenuhi segala kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rapat kerja yang berlangsung (11/11) lalu.

Dari sudut regulasi, tahun lalu pun telah dilakukan perubahan undang-undang tentang teroris yakni UU Nomor 5 Tahun 2018.

Pada bulan lalu, 10 Oktober 2019, terjadi pula aksi teror yakni upaya penusukan Wiranto yang saat itu masih menjadi Menkopolhukam di Pandeglang, Banten.

Ada Bom Medan, DPR Soroti Anggaran dan Regulasi PenanggulangaMenko Polhukam Wiranto diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). (ANTARA FOTO/Dok Polres Pandeglang)
Namun, Benny menyadari tanggung jawab penanggulangan terorisme tidak bisa hanya dibebankan pada BNPT. Menurutnya, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri juga ikut memiliki tanggung jawab dalam penanggulangan terorisme.

"Ada tanggung jawab BIN di dalam, kemudian penegakan hukum yang lebih keras terhadap pelaku terorisme ini penting dilakukan," kata Benny.

Aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada pukul 08.45 WIB. Satu orang tewas yang diduga pelaku dengan inisial RMN. saat melakukan aksi tersebut, pelaku mendekati petugas yang baru beres apel setelah sebelumnya berbaur dengan para pemohon pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk keperluan CPNS 2019.

[Gambas:Video CNN]
Dalam aksi bom di Mapolres Medan tersebut ada enam korban luka. Enam korban itu terdiri atas empat polisi, satu pekerja harian lepas di lingkungan Mapolrestabes Medan, dan satu masyarakat. Enam korban itu mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Utara.

(mts/kid)