Menag Sebut Salam ke Agama Lain Dicontohkan Nabi Ibrahim

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 18:33 WIB
Menag Sebut Salam ke Agama Lain Dicontohkan Nabi Ibrahim Menteri Agama Fachrul Razi menyebut MUI Jatim punya dasar hukum soal larangan ucapkan salam agama lain. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyebut penyampaian salam ke umat agama lain sudah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS kepada ayahnya yang tidak memeluk Islam.

Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang melarang umat Islam mengucapkan salam agama lain.

"Ada Nabi Ibrahim menyampaikan 'assalamualaika' pada ayahnya, yang ayahnya pembuat berhala. 'Assalamualaika' itu kan sama, 'Saya doakan kamu sejahtera, selamat'. Gitu kan sama," kata Fachrul dalam Rakornas Indonesia Maju di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).


Namun demikian, mantan Wakil Panglima TNI itu menilai MUI Jawa Timur tak sembarangan membuat larangan. Fachrul percaya larangan yang dibuat MUI Jawa Timur didasarkan kepada hukum agama Islam.

Di saat yang sama, Fachrul meyakini pihak yang mengkritik kebijakan MUI Jawa Timur juga punya alasan sesuai ajaran agama.

[Gambas:Video CNN]
"Jadi ada dasar hukumnya, tapi apa yang dia (MUI Jatim) sampaikan enggak salah," ujarnya.

Sebelumnya, MUI Jawa Timur dalam surat edarannya menyatakan pengucapan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syubhat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

Lewat surat yang ditandatangani Ketua KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin, MUI Jatim mengimbau umat Islam dan para pemangku jabatan untuk menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi.

Pernyataan MUI Jawa Timur tersebut adalah hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI di Nusa Tenggara Barat, 11-13 Oktober 2019 lalu yang dituangkan dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019.

"Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari," kutipan surat edaran diterima CNNIndonesia.com, Minggu (10/11).

(dhf/arh)