Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengatakan peristiwa tersebut bermula saat angin deras melanda 3 desa tersebut pada pukul 14.00.
Hujan deras turun disertai dengan angin kencang terjadi dalam durasi cukup lama hingga petang sekitar pukul 16.00 sehingga rumah warga rusak dan pohon tumbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tiga desa yang terdampak. Dua warga yang luka itu belum tahu dari desa mana karena laporan yang didapatkan juga belum lengkap. Sementara ini belum ada laporan korban jiwa," kata Ansori.
Dirinya berujar petugas BPBD Banyuasin belum bisa mendatangi lokasi desa yang terdampak karena berada jauh di kawasan perairan. Kondisi hujan deras dan angin kencang pun membuat moda transportasi air tidak bisa dioperasikan karena membahayakan.
Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang BMKG Sumsel Bambang Beny Setiaji sebelumnya mengungkapkan potensi hujan akan terjadi pada 12-15 November di wilayah Sumsel dengan kriteria hujan sedang hingga lebat.
Potensi hujan secara regional terjadi disebabkan melemahnya Badai Tropis Nakri dan ada pusat tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan munculnya Sirkulasi Kalimantan. Hal tersebut menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel.
"Hujan kriteria sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di wilayah Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin Palembang, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muratara, Lubuklinggau, Empat Lawang dan Pagar Alam. Sementara kriteria hujan ringan di wilayah OKU Timur, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/pmg)