Viral Video Seksi di TransJakarta, Operator Periksa Pramudi

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 22:25 WIB
Viral Video Seksi di TransJakarta, Operator Periksa Pramudi Ilustrasi bus PPD TransJakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator TransJakarta, Perum Pengangkutan Djakarta (PPD) akan menindaklanjuti kasus viral video seksi yang beredar di media sosial. Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa menjelaskan bahwa pihaknya sedang memeriksa pramudi yang bertugas saat video diputar.

"Nah memang ada pelanggaran SOP yang dilakukan oleh pramudi. Ini kami lagi pemeriksaan terhadap pramudi," kata Pande saat dihubungi, Rabu (13/11).

Pande menjelaskan secara umum PPD maupun TransJakarta tidak tahu secara detail terkait video yang ada di dalam bus tersebut. Namun, secara sistem video akan terputar hanya jika pramudi memutar video tersebut.


"Tapi di dalam isi dari videotron itu kami sementara tidak tahu karena itu semua dari pabrikan. Kami belum pernah mengecek baik Transjakarta maupun PPD," ungkap dia.


"Ya kalau dari sistemnya, kalau tombolnya tidak diputar kan tidak terputar," lanjut dia.

Diakui Pande bahwa pemasangan mini videotron di bus sedianya untuk memfasilitasi iklan yang akan dipasang. Namun, sampai dengan hari ini TransJakarta belum juga memasang iklan apapun secara resmi.

"Konten itu videotron itu kami sediakan, tujuannya ke depan adalah untuk iklan. Kami akui bahwa sampai dengan saat ini memang PT Transportasi Jakarta belum pernah memasang iklan di seluruh bus yang dimiliki oleh Perum PPD," tegas dia.

Setidaknya tiga bus TransJakarta yang dilaporkan memutar video seksi itu. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada tanggal 9 November hingga 12 November 2019.

"Setelah selesai pemeriksaan itu operasi kembali, sampai dengan hari ini, kami masih melakukan pemeriksaan," tutup dia.


Sebelumnya viral di media sosial sebuah bus TransJakarta yang memutar salah satu video musik. Di video itu terdapat seorang artis yang menggunakan pakaian yang dianggap seksi.

PT TransJakarta meminta maaf atas video yang dianggap vulgar diputar dalam sebuah bus milik oknum operator PPD. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan video tersebut adalah sebuah keteledoran.

"Video tersebut adalah video klip musik dengan artis luar negeri berbusana dengan belahan rendah. TransJakarta Meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan oknum operator PPD," kata Nadia dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11). (ctr/ayp)