Pengamanan Berlapis Mapolrestabes Surabaya Setahun Teror Bom

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 05:00 WIB
Pengamanan Berlapis Mapolrestabes Surabaya Setahun Teror Bom Pengamanan berlapis di Mapolrestabes Surabaya usai teror bom bunuh diri tahun lalu. (CNN Indonesia/FRD).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11), mengingatkan publik dengan peristiwa serupa di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, 14 Mei 2018 yang lalu.

Seperti diketahui teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya dilakukan oleh Tri Murtiono bersama istri dan tiga orang anaknya. Bom meledak tepat saat motor yang mereka tunggangi sampai di pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya.

Setahun berlalu, Polrestabes Surabaya pun berbenah dan tak mau kecolongan lagi. Pihak Polrestabes Surabaya makin memperketat pengamanan berlapis sehingga setiap pengunjung tak bisa sembarangan masuk ke markas komando.


Pantauan CNNIndonesia.com saat ini para pengunjung yang membawa kendaraan tak bisa bebas masuk ke Mapolrestabes Surabaya. Kendaraan yang boleh masuk hanyalah kendaraan milik petugas kepolisian serta ASN yang memang bekerja di mapolresta. Itu pun harus melewati rolling gate yang dikendalikan dengan remote terlebih dahulu.

Sementara, kendaraan pengunjung memiliki akses terbatas karena hanya diperbolehkan sampai di area parkir yang telah disediakan di luar mapolresta. Area ini berjarak sekitar 75-100 meter jauhnya dari pintu gerbang.

Pun ketika masuk berjalan kaki, pengunjung harus melewati lapisan pengamanan. Pertama, pengunjung diminta melewati pintu metal detector. Pengunjung juga di minta melepas jaket, lalu meletakkan tas dan seluruh barang bawaannya untuk diperiksa di mesin pemindai x-ray.

Tak hanya itu, pengunjung juga diawasi dengan saksama oleh petugas kepolisian yang berjaga. Petugas bersenjata lengkap, berompi anti peluru, serta dilengkapi pula dengan anjing penjaga yang siaga.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan sistem pengamanan super ketat dan berlapis ini memang sudah diterapkan pihaknya sejak setahun yang lalu. Namun kini menyusul ledakan di Medan, ia pun meminta jajarannya untuk kembali meningkatkan kewaspadaan.

Para personel yang berjaga, kata Leo, juga dilengkapi perlengkapan pengamanan seperti rompi body face, hingga senjata laras panjang. Hal itu diperlukan untuk kesiagaan.

"Dilengkapi rompi body face dan senjata laras panjang. Lanjutnya juga kita perketat khususnya saat masuk ke dalam. Kebetulan kita mempunyai metal detector dan juga x-ray," kata Leo di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (13/11).

[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Leo mengatakan pihaknya juga meningkatkan penjagaan di seluruh Kota Surabaya. Yakni Mapolsek-mapolsek, objek vital seperti kantor pemerintahan, rumah peribadatan sampai pusat-pusat perbelanjaan.

"Kami sampaikan kepada jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan tidak hanya di kantor polisi, khususnya di tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, klenteng, vihara, dan pusat perbelanjaan," kata dia.

Kendati demikian, Leo memastikan bahwa kondisi Kota Surabaya saat ini masih terpantau kondusif. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Sampaikan kepada keluarga, teman, silakan melakukan aktivitas secara normal secara biasa saja, baik yang sekolah, bekerja maupun juga yang di kegiatan masyarakat lainnya," ujarnya. (frd/osc)