Novel Bamukmin: Ahok Produk Gagal, Kok Bisa Jadi Pejabat Lagi

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 17:00 WIB
Novel Bamukmin: Ahok Produk Gagal, Kok Bisa Jadi Pejabat Lagi Aktivis ACTA Novel Bamukmin bertanya-tanya apakah ada motif hutang budi atau intervensi asing di balik wacana Ahok Pimpin BUMN. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mengaku heran Presiden Joko Widodo mempertimbangkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi pejabat negara setelah tersandung kasus penistaan agama dua tahun lalu.

Novel menganggap kasus yang menjerat Ahok telah menjadikannya sebagai produk gagal sebagai pejabat negara. Ia bertanya-tanya mengenai motif di balik rencana menjadikan Ahok sebagai bos di salah satu BUMN.

"Ahok sudah menjadi "produk gagal" sebagai pejabat negara. Kok bisa mau dijadikan kembali sebagai pejabat negara?," tutur Novel kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (14/11).

"Jelas pasti kita bertanya, ada apa dengan pejabat yang merekomendasikannya? Apa punya hutang budi atau ada intervensi asing sehingga mengesampingkan kepentingan negara yang lebih penting untuk merekrut putra-putri terbaiknya," tambahnya kembali.
Novel Bamukmin: Ahok Produk Gagal, Kok Bisa Jadi Pejabat LagiKader PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok digadang pimpin BUMN. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Tudingan "produk gagal" yang dimaksud Novel mengacu pada pernyataan Ahok berujung polemik mengenai surat Al Maidah pada kunjungannya ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 2016 silam.

Selain itu ia juga menyinggung bahwa nama Ahok pernah terseret sejumlah kasus dugaan korupsi yang sampai saat ini belum jelas kebenarannya. Novel tak merincinya lebih lanjut.


ACTA merupakan salah satu pihak yang gencar melaporkan Ahok ke kepolisian dalam kontestasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 lalu.
[Gambas:Video CNN]
Kabar Ahok akan jadi bos BUMN sendiri beredar usai dirinya menemui Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11). Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN.

Intinya, Erick ingin melibatkan Ahok untuk mengurus satu dari 115 perusahaan pelat merah (jumlah perusahaan BUMN berdasarkan situs resmi BUMN.go.id).

"Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," kata Ahok kepada wartawan usai pertemuan dengan Erick.
(fey/gil)